menyusui
Bolehkah Ibu Menjalani Mammografi saat Masih Menyusui? Ini Penjelasan Dokter
HaiBunda
Jumat, 07 Aug 2026 08:55 WIB
Daftar Isi
Mammografi menjadi salah satu skrining kesehatan untuk mendeteksi permasalahan di payudara. Lantas, bolehkah ibu menjalani mammografi saat masih menyusui?
Merasa ada yang tidak beres di payudara tetapi ingin melakukan tes dan tidak memungkinkan karena masih menyusui? Wajar saja kok, kalau Bunda merasa khawatir. Sebab, menyusui memang menjadikan bagian payudara sentral dari semuanya untuk bayi. Ketika terjadi gangguan di tubuh kekhawatiran akan bayi yang mengalami kontaminasi pun muncul.
Hal ini memang jadi kekhawatiran umum yang dimiliki ibu. Jadwal mammografi yang seharusnya dijadwalkan memang perlu dikonsultasikan lebih lanjut lebih lanjut apakah memang aman dilakukan ketika perempuan sedang menyusui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amankah melakukan mammografi saat menyusui?
Menurut Dr Harriet Beth Barofsky, M.D, spesialis pencitraan payudara di Hachensacnk Meridian Health bahwa mammografi aman dan harus dilakukan selama dan setelah kehamilan pada perempuan yang sudah mencapai usia skrining, berisiko tinggi kanker payudara, atau memiliki kekhawatiran seperti adanya benjolan.
Dikatakannya lebih lanjut bahwa mammografi tidak akan mengubah ASI dalam bentuk apa pun atau merusak payudara perempuan. Hal ini berlaku baik saat seseorang menjalani skrining rutin, mammografi, atau pencitraan untuk masalah payudara tertentu. Bunda tidak perlu khawatir karena radiasi yang digunakan dalam mammografi tidak memengaruhi ASI dan tidak menimbulkan risiko bagi bayi.
Perlukah busui menunda tindakan mammografi?
Jika Bunda sudah berusia skrining (usia 40 tahun ke atas) atau memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi, Bunda tidak boleh menunggu hanya karena Bunda menyusui.
"Jika Bunda menunda mammografi saat menyusui, itu bisa menjadi satu tahun, dua tahun, atau bahkan lebih," kata Dr. Borofsky seperti dikutip dari laman Hackensackmeridianhealth.
Penting juga diketahui bahwa menunda skrining rutin dapat berarti gagal mendeteksi dini kanker payudara, terutama bagi perempuan berusia 40-an ke atas atau mereka yang memiliki riwayat keluarga.
Karenanya, sebaiknya Bunda  tidak menunggu jika Bunda merasakan gejala seperti benjolan baru, perubahan atau adanya cairan dari puting, nyeri payudara yang terus-menerus, dan perubahan kulit.
Apakah menyusui memengaruhi hasil mammografi?
Benar ya, Bunda. Sebenarnya ialah menyusui memang dapat mengubah payudara, tapi hal tersebut tidak berarti bahwa pencitraan tersebut tidak berguna. "Menyusui pasti akan membuat payudara membesar, padat, dan mungkin membatasi kompresi, jadi mammografi saja mungkin tidak akan menunjukkan semuanya," jelas Dr. Borofsky.
Karena itu, pencitraan sering disesuaikan dengan situasi spesifik. "Dalam beberapa kasus, mamogram harus dilakukan bersamaan dengan USG," katanya, tergantung pada alasan pencitraan yang diamanatkan. Kombinasi ini membantu tim medis mendapatkan gambaran yang lebih jelas, terutama ketika payudara padat atau membengkak akibat produksi ASI.
Apa yang harus dilakukan sebelum mammografi saat Bunda menyusui?
Menurut Dr. Borofsky, ada satu langkah sederhana yang dapat membuat pengalaman lebih nyaman bagi Bunda yang ingin melakukan mammografi saat menyusui.
"Kami mendorong perempuan untuk memompa atau menyusui tepat sebelum mamogram agar mereka tidak membengkak dan senyaman mungkin," katanya.
Memompa atau menyusui sebelum tindakan mammografi dapat membantu adanya kejelasan gambar pada hasil mammografi,  meningkatkan kenyamanan selama kompresi, dan mengurangi rasa penuh payudara. Setelah mammografi selesai dilakukan, tidak diperlukan langkah khusus yang dilakukan. Bunda pun bisa  langsung kembali menyusui Si Kecil.
Hal penting yang perlu diperhatikan terkait mammografi saat menyusui
Banyak mitos di luaran beredar bahwa mammografi tidak aman dan tidak boleh dilakukan saat menyusui. Namun, masih tidak jelas apakah alasan tidak boleh tersebut terkait mammografi akan mengubah rasa ASI, membahayakan bayi, atau berbagai hal lainnya.
Intinya ialah mammografi aman selama menyusui, obat yang ada tidak akan memengaruhi ASI atau bayi, jangan menunda skrining jika sesuai usia atau risiko tinggi, jangan abaikan gejala seperti benjolan atau nyeri terus menerus, memompa sebelum tindakan mammografi, dan perhatikan juga bahwa USG dapat digunakan bersamaan dengan mammografi jika diperlukan.
Jika Bunda masih ragu terkait tindakan tersebut, konsultasikan semuanya dengan dokter untuk memenuhi kebutuhan Bunda selama menyusui. Tetap semangat mengASIhi dan semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Perempuan yang Lewatkan Skrining Payudara Pertama, Risiko Meninggal akibat Kanker Naik 40 Persen
Menyusui
Kenapa Ada Benjolan di Payudara? Ketahui Kondisi yang Perlu Diperiksa Dokter
Menyusui
Mengenal Mammografi, Prosedur untuk Deteksi Dini Risiko Kanker Payudara
Menyusui
Bolehkah Ibu Menyusui USG Payudara untuk Skrining Kanker?
Menyusui
5 Cara Menjaga Kesehatan Payudara dalam Masa Menyusui
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tak cuma Mammografi, AI Kini Mampu Bantu Prediksi Risiko Kanker Payudara
Bertahun-tahun Tangani Kanker Payudara, Dokter Onkologi Ini Tak Menyangka juga Mengidap Penyakit Itu
Alasan Mengapa Perempuan Tak Boleh Gunakan Deodoran selama Mammografi