menyusui

Kisah Ibu Tetap Semangat Memerah ASI Meski Terbaring di ICU

Radian Nyi Sukmasari 24 Agu 2017
Kisah Ibu Tetap Semangat Memerah ASI Meski Terbaring di ICU/ Foto: thinkstock Kisah Ibu Tetap Semangat Memerah ASI Meski Terbaring di ICU/ Foto: thinkstock
Jakarta - Pada dasarnya semua ibu di dunia hebat ya Bun. Apalagi, saat menahan sakit yang nggak keruan saat mau melahirkan. Setelah si kecil keluar, sakitnya tiba-tiba hilang begitu saja karena saking bahagianya apalagi saat anak ditaruh di atas dada kita. Semangat untuk memberi ASI si kecil pun membuncah.

Ini juga yang dialami Melissa Churcill. Karena tekadnya ngasih ASI ke si kecil, dia tetap melakukan itu walaupun harus dirawat di ICU. Belum lagi, bayi Melissa lahir prematur. Waktu usia kehamilannya 22 minggu, Melissa harus dirawat inap karena preeklampsia.

Setelah 4 minggu dirawat, Melissa didiagnosis mengalami Sindrom HELLP yang mengancam nyawa dan kandungannya. Akhirnya, tepat pada usia 26 minggu 3 hari, pihak RS secara darurat menyelamatkan bayi kembar laki-laki Melissa dengan operasi caesar. Saat lahir, kedua bayinya cuma berbobot 1,2 kg.

Baca juga: ASI Perah Cuma Sedikit, Cukup Nggak Ya?

"Setelah melahirkan, Melissa nggak bisa bonding langsung dengan kedua putranya. Masalah livernya yang merupakan salah satu efek dari Sindrom HELLP membuatnya harus tetap di ICU. Tapi, hal ini nggak membuatnya menyerah untuk tetap memberikan ASI. Ia tahu kalau ASI sangat krusial bagi bayi prematur," ujar sang kakak, Amanda Tillberg dikutip dari Babble.

Minggu lalu, Amanda mengunggah foto Melissa yang lagi memompa ASI untuk kedua putranya, Manning dan Maverick, di laman Facebook Breastfeeding Mama Talk. Di unggahannya, Melissa terlihat dalam kondisi lemah, berbaring, dengan alat-alat dan selang yang tersambung di tubuhnya. Tapi, biarpun begitu, Melissa tetap memompa ASI-nya. Foto Melissa ini pun menuai banyak simpati dari netizen.

"Melissa nggak cuma menghadapi sindromnya, tapi kesehatan anak-anaknya juga. Kedua putranya sedang kritis dan tersambung dengan osilator. Maverick mengalami pendarahan di otak, tekanan darahnya rendah, dan nggak ada aktivitas normal saat dideteksi dengan Elektroensefalogram (EEG)," ungkap Amanda.

Baca juga: Awalnya ASI Sedikit, Siapa Sangka Sampai Bisa Didonorkan

Tapi, berkat semangat baja-nya, pada Selasa (22/8) keadaan Melissa membaik dan dia bisa keluar dari ICU. Tapi kondisinya masih lemah dan harus banyak tidur. Lagi-lagi dia nggak nyerah dan tetap memberikan ASI untuk kedua anaknya, Bun.

Perlu Bunda ketahui juga mengenai sindrom HELLP. Sindrom ini adalah komplikasi kehamilan yang bisa merenggut nyawa. Sindrom HELLP merupakan varian dari kondisi preeklampsia. Biasanya terjadi saat fase akhir kehamilan atau bisa juga setelah persalinan.

Menurut Maureen O'Hara Padden LCDR MC USN dari Naval Hospital, California, sindrom HELLP dinamai oleh Dr Louis Weinstein pada tahun 1982. HELLP sendiri adalah singkatan dari Hemolisis (kerusakan sel darah merah), ELevated liver enzymes (enzim hati yang naik) dan Low Platelet count (trombosit rendah).

"Sebanyak 0,2-0,6 persen ibu hamil bisa mengalami sindrom ini dan sebanyak 5-7 persen ibu hamil bisa mengalami preeklampsia," kata Padden dikutip dari American Family Physician.




(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi