menyusui

Temuan Baru Agar Ayah Bisa Menyusui

Melly Febrida Jumat, 26 Okt 2018 - 09.27 WIB
Temuan Baru Agar Ayah Bisa Menyusui (Foto: iStock) Temuan Baru Agar Ayah Bisa Menyusui (Foto: iStock)
London - Ayah bisa menyusui, yay or nay? Memang sejumlah wanita penuh perjuangan ketika menyusui, kalau saja ayah bisa membantu menyusui pasti menyenangkan ya. Hi-hi-hi. Nah, ada temuan baru yang memungkinkan ayah menyusui, namanya Kit Hormon Revolusioner, yang memungkinkan pria untuk menyusui.

Produk ini memang baru tahap awal dan belum diuji Bun, kemungkinan bisa tersedia dalam waktu lima tahun. Tapi kata penemunya Marie-Claire Springham, kit hormon bisa menyebabkan dada pria membengkak menjadi cup B.

"Tampaknya tidak biasa tetapi wanita telah menggunakan hormon untuk mengubah tubuh mereka karena mereka memakai pil KB," kata Marie-Claire yang baru berusia 24 tahun seperti dilansir dailymail. Marie-Claire mempelajari desain produk di Central Saint Martins, London.

Dengan menggunakan kit hormon, pria akan mengonsumsi hormon progestin sekali sehari selama istrinya hamil sehingga menumbuhkan saluran susunya tepat pada waktu kelahiran bayi. Progestin adalah bentuk hormon progesteron yang lebih dikenal dan menyebabkan produksi kelenjar penghasil susu yang diperlukan untuk menyusui.

Selama enam minggu terakhir kehamilan wanita, pria itu kemudian akan mengonsumsi obat domperidone empat kali sehari. Domperidone sering diresepkan untuk wanita yang berjuang untuk menyusui dan merangsang produksi prolaktin. Sedangkan prolaktin adalah hormon yang memberitahu tubuh wanita untuk membuat ASI.

Pria kemudian akan terus mengonsumsi obat hormon ini selama dia ingin menyusui, Bun.

"Pada tahap ini, ia mampu mengeluarkan susu jika ia menggendong bayi karena pelepasan hormon oksitosin," kata Marie-Claire.



Tapi puting pria membutuhkan lebih banyak rangsangan daripada wanita, Bun. Karena itu selain hormon dan obat-obatan yang diperlukan, ada juga pompa payudara untuk membantu merangsang keluarnya susu. Rompi kompresi juga akan dimasukkan untuk meniru bra menyusui.

Paket 'chestfeeding', yang merupakan proyek akhir tahun Marie-Claire, menang dalam Meaning-Centred Design Awards yang pertama di dunia awal pekan ini.

Namun, berhubung temuan ini belum diujicobakan, belum jelas apakah produksi ASI ini akan terjadi jika seorang pria mengonsumsi obat hormon selama kurang dari sembilan bulan. Selain itu, belum jelas efek sampingnya.

Menurut Konsultan laktasi Katherine Fisher, secara klinis laktasi pada laki-laki mungkin saja terjadi.

"Laktasi dapat diinduksi dalam keadaan tertentu melalui terapi hormon. Semua upaya untuk lebih memahami apa artinya gender dalam mengasuh anak harus disambut baik," kata Katherine.



Kalaupun pria bisa mengeluarkan air susu, belum jelas apakah gizinya sama seperti ASI dari ibu. Bicara tentang menyusui si kecil, memang bukan cuma tugas istri ya, Bun, tapi juga suami. 'Bikinnya' berdua, mengurusnya juga berdua dong ya.

Banyak hal yang bisa dilakukan suami untuk mendukung istrinya memberikan ASI pada si kecil. dr Utami Roesli SpA, IBCLC, beberapa waktu lalu bilang menyusui itu kerja sama tiga orang yakni bunda, ayah, dan anak. Nah, dukungan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan seorang ibu untuk menyusui. Dukungan itu bisa diwujudkan dengan memijat si istri, memberi makanan kesukaan, menyiapkan minum saat istri sedang menyusui, dan sebagainya. (nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi