menyusui

6 Tips Melakukan Tandem Nursing

Siti Hafadzoh Selasa, 30 Okt 2018 - 10.05 WIB
6 Tips Melakukan Tandem Nursing (Foto: iStock) 6 Tips Melakukan Tandem Nursing (Foto: iStock)
Jakarta - Tandem nursing yaitu metode menyusui dua anak sekaligus, tapi keduanya bukan anak kembar. Jadi, kalau si adik lahir ketika kakak masih perlu menyusu, bunda bisa menyusui kedua anak ini sekaligus. Asalkan kata dokter itu aman-aman saja untuk bunda dan anak-anak.

Dilansir Verrywell Family, tandem nursing bisa dilakukan kalau bunda hamil lagi ketika anak yang sebelumnya berusia di bawah satu tahun. Kemudian, bunda merasa bahwa anak belum siap untuk disapih. Jadi anak masih harus lanjut menyusu. .

Melakukan tandem nursing tentunya bukan hal yang mudah ya, Bun. Banyak yang harus dipersiapkan dan dihadapi. Nah, siapa tahu tips berikut ini bisa membantu bunda mempersiapkan metode tandem nursing.



1. Jelaskan kepada si kakak

Sebelum melahirkan, bunda beri tahu dulu kepada si kakak kalau adik bayi nanti lahir juga butuh menyusu bareng kakak. Jelaskan juga kalau adik lapar, dia nggak bisa mengonsumsi makanan lain seperti kakak, dia hanya menyusu dari Bunda. Makanya, adik butuh lebih banyak ASI daripada kakak. Dengan begini, si kakak nggak akan kaget dan marah dengan kehadiran adik.

2. Menyusui si adik terlebih dulu

Tandem nursing dilakukan dengan menyusui si adik terlebih dahulu. Setelah adik kenyang, baru kakak boleh menyusu. Kalau si kakak yang duluan menyusu, dikhawatirkan, adik nggak akan mendapat ASI yang cukup karena sudah habis oleh kakaknya. Padahal, kebutuhan nutrisi balita sudah bisa terpenuhi lewat MPASI. Sedangkan, bayi memenuhi kebutuhan nutrisinya hanya dengan ASI.

3. Ketahui bahwa komposisi ASI berubah

Setelah bunda melahirkan adik, komposisi ASI akan berubah. Payudara akan kembali memproduksi kolostrum yang memang dibutuhkan untuk bayi baru lahir. Karena teksturnya yang berbeda, balita mungkin nggak suka nih dengan ASI yang keluar setelah Bunda melahirkan. Tapi, setelah ASI berubah menjadi ASI matang, balita akan kembali semangat menyusu.

4. Konsultasikan dengan dokter

Sebelum melakukan tandem breastfeeding, ada baiknya bunda berkonsultasi dulu dengan dokter anak kalau bunda ingin menyusui bayi dan balita sekaligus. Lakukan pengecekan kesehatan bayi dan balita secara rutin untuk memastikan keduanya mendapatkan nutrisi yang cukup. Ikuti juga intruksi dan saran yang diberikan oleh dokter anak atau konsultan laktasi.

5. Perhatikan kondisi tubuh

Ketika menyusui satu anak saja tubuh bunda membutuhkan banyak energi. Apalagi menyusui dua anak sekaligus. Akan lebih banyak asupan nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Karena itu, bunda harus mengonsumsi makanan yang sehat dan berkalori lebih banyak setiap harinya. Jangan lupa juga minum air yang banyak supaya tidak dehidrasi.



6. Temukan support system

Tidak semua orang setuju dengan metode tandem nursing ini. Mungkin ada saudara atau keluarga yang menyarankan bunda untuk menyapih si kakak. Belum lagi, menyusui dua anak sekaligus pasti sangat melelahkan. Bunda bisa menemukan support system di keluarga, komunitas laktasi, atau menemui konsultan laktasi. Mereka bisa memberikan dukungan dan saran yang baik.

Tandem nursing bisa dilakukan kalau si kakak memang masih usia menyusu dan ASI yang dihasilkan oleh ibu mencukupi untuk keduanya. Tapi, tenang saja, Bun, selama kondisi mengonsumsi makanan sehat yang cukup, ASI akan cukup kok. Menurut konsultan laktasi, dr Sylvia Haryeny, IBCLC, semakin sering anak menyusu, maka semakin banyak ASI yang diproduksi oleh payudara ibu.

"Jadi tandem nursing dilakukan kalau memang si kakaknya masih usia menyusu, kemudian ASI ibunya mencukupi. Sebenarnya sih mencukupi aja ya. Karena semakin banyak yang menyusu kan produksi ASI makin banyak. Itu sih disarankan bisa tandem nursing memang," ujar dr Sylvia.

(nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi