menyusui

Kegalauan Ibu yang Berat Badannya Susah Turun Saat Menyusui

Melly Febrida Kamis, 20 Des 2018 - 19.35 WIB
Ilustrasi menyusu/ Foto: thinkstock Ilustrasi menyusu/ Foto: thinkstock
Jakarta - Bunda termasuk yang sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan? Saat menyusui, sudah mengatur pola makan tapi yang terjadi berat badan susah banget turunnya. Hiks.

Beberapa ibu bisa cepat turun berat badannya dengan menyusui, tapi ada juga yang kesulitan menurunkan bobot meski sudah menyusui. Jadi harus bagaimana? Ahli Nutrisi Olahraga Alina Petre MSc, RD, mengatakan menurunkan berat badan saat menyusui perlu keseimbangan seimbang, Bun. Bunda bisa menurunkan berat badan dengan diet seimbang dan olahraga.

Alina bilang, bunda bisa mengurangi asupan kalori agar berat badan turun. Tetapi memangkas kalori terlalu drastis membuat tubuh nggak berenergi, ingin makan terus, nutrisi yang didapat ibu nggak mencukupi, serta ibu berisiko nggak menghasilkan ASI yang cukup.

"Ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan harus menghindari makan kurang dari 1.800 kalori per hari," kata Alina seperti dilansir Raisevegan.

Selain itu, upaya menurunkan berat badan ini perlu dilalukan bertahap. Jadi, jangan terlalu drastis ya. Makanan yang dikonsumsi juga harus bisa menyediakan cukup vitamin, mineral, dan senyawa bermanfaat untuk ibu dan si kecil.

Alina mengatakan, ibu menyusui tak perlu berolahraga bisa menurunkan produksi ASI. Penelitian menunjukkan olahraga tidak mungkin memengaruhi produksi ASI.?Penelitian juga menunjukkan menurunkan berat badan dengan kombinasi diet dan olahraga lebih baik daripada hanya diet. Soalnya, kondisi ini bisa membantu mempertahankan massa otot tubuh.

Tapi bagaimana kalau sudah olahraga dan mengurangi asupan kalori, berat badan masih belum turun?

"Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi. Pertama, menyusui cenderung membuat ibu merasa lebih lapar, dan nafsu makan bertambah," tambah Alina.

Salah satu cara mencegahnya menurut Alina adalah dengan menambahkan lebih banyak protein dan serat ke menu harian, Bun. Protein dan serat bisa membantu mengurangi rasa lapar dan membuat Bunda merasa kenyang lebih. Alina mengatakan cara ini bisa membuat Bunda merasa kenyang lebih.

"Bunda juga bisa memasukkan buah ke dalam dan konsumsi setidaknya satu makanan yang kaya protein setiap kali makan dan ngemil," ujar Alina.

Alina bilang, menyusui juga dapat meningkatkan frekuensi lapar. Kalau ini terjadi, coba konsumsi camilan bergizi di antara jam makan. Kalau itu udah diterapkan dan nafsu makam masih nggak terkontrol, coba berkonsultasilah dengan ahli gizi. Soalnya, ketidakmampuan menurunkan berat badan juga bisa karena penyebab medis hormon tiroid yang tidak seimbang.

Ilustrasi ibu menyusuiIlustrasi ibu menyusui/ Foto: thinkstock
Sementara itu, Dr Lori Feldman-Winter dari Children's Regional Hospital, Cooper University Health Care, Camden, mengatakan menyusui memang salah satu aktivitas pembakar kalori ekstra pada wanita. Tapi, efek ini tak muncul dari menyusui itu sendiri secara langsung.

"Menyusui memperbaikia sistem metabolisme tubuh ibu setelah melahirkan melalui serangkaian efek hormonal yang dibutuhkan untuk proses laktasi. Tapi tentu bukan karena itu saja," ujar Dr Lori.

Hal ini didukung peneliti dari US Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta, Andrea Sharma, menjelaskan gaya hidup saat ibu dalam fase menyusui juga memegang peranan penting dalam upaya penurunan berat badan secara alami, Bun.

"Banyak ibu lebih memilih untuk diet sehat dan memerhatikan pola makan saat menyusui. Melalui modifikasi diet ini, mereka pun menjadi lebih mungkin mencapai berat badan yang lebih sehat," imbuh Dr Lori dilansir detikcom.


(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi