MOM'S LIFE

Cerita Hugh Jackman tentang Mengadopsi Anak

Amelia Sewaka 23 Jan 2018
Hugh Jackman dan cerita soal mengadopsi anak/ Foto: Instagram Hugh Jackman dan cerita soal mengadopsi anak/ Foto: Instagram
Jakarta - Di balik kesuksesannya sebagai aktor, ada cerita penuh perjuangan yang dilewati Hugh Michael Jackman atau lebih dikenal Hugh Jackman. Salah satunya terkait momongan yakni ketika Hugh mengadopsi seorang anak.

Tidak banyak yang tahu kalau Hugh dan sang istri, Deborra-Lee, telah berusaha banyak untuk mendapat momongan, salah satunya menjalani In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Namun sayang, Debora keguguran dan pasangan ini sempat drop. Hiks, sedih banget ya, Bun.

"Dikarenakan usianya, kami mulai bersama-sama. Kami berjuang menghadapi keguguran ini, (IVF) bukanlah sesuatu yang mudah. Itu sulit terutama untuk Deb," kata Hugh kepada People.

Aktor yang terkenal lewat perannya sebagai Wolverine ini melanjutkan ia ingat benar saat mengungkapkan niatnya mengadopsi anak kepada sang istri. Hugh menikahi sang istri ketika ia berusia 27 tahun dan Debora berusia 40 tahun.

Kata Hugh dan Debora yang sekarang berusia 62, mereka ingin mengadopsi anak-anak ber-ras campuran. Walaupun kebanyakan orang berpikir akan lebih baik mengadopsi anak dari satu ras tapi buat Hugh dan Debora berpikir mengadopsi anak dari ras berbeda bukanlan masalah besar.

"Saya percaya pada kehidupan dan saya ingin mengatakan pada anak-anak saya bahwa kepribadian itu lebih menarik. Warna kulit, baik pria maupun wanita, itu tidak menggambarkan siapa diri kalian. Diri kalian tergambar di luar semua hal itu," papar ayah dari Oscar dan Ava ini.

Menurut Hugh, kondisi fisik seseorang termasuk pekerjaannya nggak terlalu penting. Dia punya prinsip, yang menggambarkan kita sebagai manusia adalah bagaimana kita berinteraksi dengan manusia lainnya. Wah, bijak banget ya, Bun, ayah satu ini.

Selain itu dilansir New Idea, Hugh dan Debb juga dijadikan Duta Perubahan Adopsi lho, Bun. Mereka meluncurkan seruan agar lebih banyak anak-anak Australia diadopsi secara lokal. Wajar banget Hugh concern dengan anak-anak asal Australia karena dirinya juga berasal dari Negeri Kanguru itu.

"Anak-anak ini membutuhkan kita orang dewasa untuk mengadvokasi mereka dan saya tidak membutuhkan setiap orang Australia untuk mengadopsi anak, saya membutuhkan mereka untuk menyadari bahwa mereka memerlukan keluarga permanen atau memerlukan layanan dukungan," kata Debb.

Hanya 196 anak Australia yang diadopsi secara lokal tahun lalu, sementara itu hampir 40 ribu lainnya masih memerlukan rumah permanen. Demikian dilaporkan Courier Mail.

Bicara soal mengasuh anak angkat, beberapa orang tua memang mengambil jalan ini ketika diri mereka tidak mampu menghadirkan buah hati secara biologis. Tapi apa saja sih yang harus dilakukan oleh orang tua ketika mengasuh anak angkat?

"Sebenarnya intinya tidak perlu ada perbedaan perlakuan antara anak kandung dan juga anak angkat," ujar prikolog Efnie Indrianie MPsi, dikutip dari detikhealth.

Psikolog yang akrab disapa Pipin ini mengatakan, hal terpenting dari mengangkat seorang anak adalah komitmen dari orang tua yang ingin mengadopsi anak tersebut. Contohnya, ketika si anak angkat melakukan kesalahan, sebaiknya si anak nggak perlu disindir bahwa dia bukan anak kandung. (aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi