moms-life

Perceraian Orang Tua Bikin Hugh Jackman Jadi Ayah yang Lebih Baik

Amelia Sewaka Kamis, 25 Jan 2018 15:05 WIB
Perceraian Orang Tua Bikin Hugh Jackman Jadi Ayah yang Lebih Baik
New York, AS - Berasal dari lingkungan yang buruk bukan berarti menjadikan orang tersebut buruk juga. Hal ini dibuktikan oleh aktor, penyanyi sekaligus produser Hugh Michael Jackman atau yang terkenal dengan Hugh Jackman.

Untuk ukuran artis Hollywood, pernikahan Hugh dan sang istri, Deborra-Lee, tergolong luar biasa karena rumah tangganya telah bertahan selama 21 tahun. Terlebih usia pasangan ini terpaut jauh yaitu 13 tahun. Pasangan yang sekarang berdomisili di New York ini bertemu pada tahun 1995 saat membintangi acara televisi Australia Corelli.

"Itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat," kata Hugh dikutip dari Telegraph.


Menjaga pernikahan lebih dari dua dasawarsa tentu tidak semudah yang dibayangkan. Tapi Hugh memang sebisa mungkin mempertahankan rumah tangganya. Tekad ini muncul lantaran kisah pahit yang pernah dia alami. Ya, orang tua Hugh bercerai saat usianya 7 tahun. Hugh sendiri anak bungsu dari lima bersaudara.

[Gambas:Video 20detik]



"Ketika ibu saya pergi, itu adalah momen terbesar sekaligus mengerikan buat saya. Saya terus berpikir dan tidak memahami kenapa mereka berpisah, dan saya pikir ibu saya akan kembali tapi faktanya tidak," papar aktor The Greatest Showman ini.

Kebanyakan anak atau orang lain pasti akan membenci sang ibu yang meninggalkan keluarga dan anak-anaknya. Tapi, beda dengan Hugh, dia membesarkan hatinya untuk menerima sang ibu kembali, mengobrol banyak dan mengusir 'setan' yang ada dalam pikirannya agar tidak membenci sang ibu.

"Dia (ibu) sangat terbuka dan saya menemukan bahwa saya sangat mudah untuk ngobrol dengannya. Jadi tidak ada hal atau sesuatu yang memaksa saya untuk menjalani terapi. Saya pikir pada tingkat tertentu saya mengerti, terutama sebagai orang dewasa seperti sekarang, apa yang dia lakukan dan mengapa hal itu terjadi," ungkap Hugh.

Sejak saat itu, Hugh merasa terinsipirasi oleh sang ayah. Setelah ibunya pergi, sang ayah masih dalam keadaan shock dan ia tidak pernah melihat ayahnya begitu rapuh seperti saat itu. Hugh juga tidak pernah mendengarkan kata-kata buruk dari sang ayah tentang siapapun termasuk soal ibunya.

"Saya masih sering menjenguknya dan saya dibesarkan olehnya, bagaimanapun ia banyak membimbing saya dan apa yang saya cita-citakan. Saya tetap merasa ada kepribadian darinya yang menurun ke saya namun bagi saya tetaplah ia seperti batu yang keras," ungkap Hugh.



Anak-anak Hugh, Oscar dan Ava, diadopsi setelah ia dan Debb diketahui tidak dapat memiliki anak secara biologis. Hugh menggambarkan jalannya untuk menjadi orang tua sebagai sesuatu yang 'menyakitkan' karena ia telah banyak mencoba untuk punya anak yang luar biasa dari rahim sang istri meski hasilnya nihil.

"Kami selalu berencana untuk punya anak dari adopsi dan anak secara biologis. Namun, ternyata kami tidak berhasil mendapatkan anak secara biologis," papar Hugh.

Di tengah kesuksesannya, Hugh merasa bahwa uang bukan segalanya. Malah ia sendiri kadang tidak merasa nyaman dengan ketenaran dan uangnya. Ia tidak pernah merasa berakting untuk mencari uang, itu semuanya ia lakukan karena mencintai akting. Ia juga tidak merasa bahwa uang bisa membuat dia dan sang istri bahagia.

"Ya, faktanya memang saya bisa membersihkan pakaian saya dengan dry cleaning atau bisa masuk ke restoran dan tidak memilih makanan dan anggur sesuai harga di menu. Tapi sebenarnya saya tidak materialistis. Begitu juga dengan orang tua dan saudara-saudara saya, " papar Hugh.

Bicara soal perceraian, menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, dampak secara keseluruhan pada anak yang orang tuanya bercerai adalah menyadari bahwa perceraian merupakan hal yang tidak menyenangkan. Ada situasi kehilangan, karena nanti si anak akan tinggal dengan sang ibu saja atau tinggal dengan sang ayah saja.

Ketika suatu pasangan memilih bercerai, maka perlu menjelaskan pada anak situasi sebenarnya. Kita perlu menjelaskan pula bahwa bukan berarti orang tuanya menjadi musuh setelah bercerai.

"Jaga ego masing-masing jadi anak juga tetap fine that. Mau dikata orang gimanalah orang tuanya atau ditanya orang soal perceraian orang tuanya, anak tetap merasa oh ya this is my family," papar Ratih.

Dari perceraian orang tuanya, anak akan belajar bahwa terkadang segala hal yang sudah dibangun bersama tidak akan berlanjut karena suatu alasan. Namun meskipun ibu dan ayah tak lagi bersama, anak bisa belajar bahwa kedua orang tuanya berusaha keras untuk tetap memberikan perhatian sama besar seperti saat dulu belum bercerai.

(rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi