MOM'S LIFE

Hiks! Marissa Nasution Kehilangan Salah Satu Janinnya

Amelia Sewaka 14 Feb 2018
Hiks! Marissa Nasution Kehilangan Salah Satu Janinnya/ Foto: Dok. Instagram/marissaln Hiks! Marissa Nasution Kehilangan Salah Satu Janinnya/ Foto: Dok. Instagram/marissaln
Jakarta - Kehilangan anak, meskipun belum dilahirkan tentu menyedihkan bagi ibu manapun. Ini pula yang dialami presenter cantik, Marissa Nasution.

Jadi beberapa waktu lalu, Marissa dikabarkan hamil anak kembar, Bun. Tapi di usia kehamilan sekitar 21 minggu, salah satu janinnya diketahui tidak berdetak lagi jantungnya. Menurut postingan Marissa di Instagram-nya, si kecil yang meninggal dan disebut Moana itu telah menjalani operasi janin.

"Pada 7 Februari 2018, anak kami, Moana, jantungnya berhenti berdetak," begitu informasi yang disampaikan Marissa.



"Sebagai orang tua, kami sangat patah hati dan hancur. Kami sangat berduka untuk putri kami namun di waktu yang sama saudarinya pun sedang berjuang untuk bertahan hidup dan menjadi lebih kuat," sambung Marissa.

[Gambas:Instagram]



Bunda yang sedang mengandung bayi kembar memang punya tantangan tersendiri, ada beberapa risiko yang bisa dialami oleh si bayi maupun ibu hamil kembar, terutama bayi yang kembar lebih dari dua. Nah, kematian salah satu janin juga merupakan salah satu komplikasi pada kehamilan kembar. Beberapa sumber menyebut kondisi ini lebih rentan terjadi jika janin memiliki jenis kelamin yang sama.

Kenapa bisa terjadi demikian? Penyebab pastinya sebenarnya sulit buat dipastikan, Bun. Bisa jadi karena salah satu janin tidak mendapat asupan yang cukup lantaran plasenta yang tidak seimbang, juga bisa karena masalah pembuluh darah antara kedua janin. Tapi kematia janin yang paling sering terjadi pada kehamilan kembar monokorion atau satu selaput korion.

Diungkapkan dr Khanisyah Erza Gumilar SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, risiko lain dari kehamilan kembar adalah preeklampsia. Ini karena rahim diisi oleh lebih dari satu janin, sehingga janin harus berbagi ruang.



Jadi semakin banyak jumlah janin dalam kandungan, janin akan semakin kecil dan berisiko berat badan rendah saat lahir. Komplikasi yang paling umum pada ibu hamil kembar, seperti dilansir onlymyhealth, adalah persalinan prematur, hipertensi karena kehamilan, anemia, lahir cacat, keguguran, sindrom transfusi twin-to-twin, jumlah cairan ketuban abnormal, juga pendarahan postpartum. Karena itu harus mendapat pemantauan dokter selama kehamilan.

Bagaimanapun kita sudah berusaha yang terbaik saat kehamilan kita, namun jika Tuhan berkehendak lain kita pun nggak bisa apa-apa ya, Bun. Yang sabar ya Bunda Marissa, semoga si kecil Moana dapat tempat yang terbaik. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi