MOM'S LIFE

Cerita Ibu Pakaikan Putranya Baju Perempuan demi Berhemat

Asri Ediyati 26 Apr 2018
Cerita Ibu Pakaikan Putranya Baju Perempuan demi Berhemat/ Foto: ilustrasi/thinkstock Cerita Ibu Pakaikan Putranya Baju Perempuan demi Berhemat/ Foto: ilustrasi/thinkstock
London, Inggris - Menyambut bayi yang baru lahir di keluarga adalah momen yang membahagiakan. Di sisi lain, pengeluaran pun bertambah, mengingat aksesoris dan baju bayi cukup pricey ya, Bun. Namun, seorang ibu telah memicu perdebatan di forum internet setelah mendandani putranya yang baru lahir dengan pakaian kakaknya yang berjenis kelamin perempuan.

"Saya seorang ibu rumah tangga dan ibu seorang putra yang berusia 4 bulan. Kehadirannya tidak kami rencanakan tetapi sangat diinginkan untuk menjadi tambahan keluarga. Kami juga memiliki seorang putri yang lebih tua berumur 3 tahun. Keuangan kami cukup ketat saat ini. Sejauh ini, saya telah memakaikannya dengan pakaian putih, tapi sepertinya dia akan membutuhkan pakaian baru segera," tulis sang ibu di forum Mumsnet, dikutip dari The Sun.

Si ibu juga bilang bahwa ia masih memiliki semua pakaian bayi putrinya dan bertanya-tanya apakah para warganet setuju kalau si kecil dipakaikan baju kakaknya yang perempuan.

"Memakaikan putra Anda dengan pakaian kakaknya yang perempuan, itu bagus atau tidak pantas?" tanya sang ibu.

Dan dia mendapat tanggapan yang sangat beragam. Ada yang menulis, 'Aku tidak akan memakaikan anak laki-laki dengan pakaian perempuan', ada juga yang menyarankan untuk melihat gumtree, eBay, Facebook dan toko online untuk mencari pakaian bayi dengan harga sangat murah.



Pengguna lain setuju, mereka nggak akan membiarkan anak lelakinya terlalu girly.

"Bagaimana ketika anak sudah besar lalu melihat kembali foto-foto bayi dan berkata, 'Mengapa saya mengenakan gaun berenda merah muda itu?'" kata salah seorang ibu.

Namun, sebagian besar pengguna merasa itu bukan masalah sama sekali, dan nyatanya banyak yang mengungkapkan mereka melakukan hal yang sama.

"Saya menggunakan kembali banyak pakaian putri saya untuk anak kecil pertama saya dan keuangan saya menjadi lebih stabil. Kelihatannya boros untuk membeli semua hal baru," tutur seorang ibu yang setuju.

Bagaimana menurut, Bunda? Kalau dilihat dari kasusnya, sang ibu memang nggak merencanakan untuk memiliki anak. Nah, sebenarnya menurut psikolog Febria Indra Hastati MPsi Psikolog dari Brawijaya Clinic, hal-hal yang harus diketahui dalam merencanakan anak adalah persiapan fisik, ekonomi dan jarak kehamilan.

"Jika memiliki anak tapi nggak terencana akan banyak risiko yang dihadapi, bisa ada sibling rivalry antar saudara jika jaraknya dekat, perlu ada pengasuh. Rencana keuangan pun bisa jadi berantakan dan ditambah kalau keluarganya atau orang terdekatnya seperti suami nggak solutif, ibu bisa stres," tutur Febria.

Kalau terencana dengan baik, yang pasti rencana keuangan nggak jadi berantakan dan semua kekurangan bisa teratasi dengan baik, Bun.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi