MOM'S LIFE

Di Usia 1 Tahun, Anakku Sudah Menjalani 6 Kali Operasi

Amelia Sewaka 01 Jun 2018
Di Usia 1 Tahun, Anakku Sudah Menjalani 6 Kali Operasi/ Foto: dok pribadi Di Usia 1 Tahun, Anakku Sudah Menjalani 6 Kali Operasi/ Foto: dok pribadi
Jakarta - Sebagai ibu pasti sedih rasanya mendapati kenyataan si kecil yang baru lahir mesti menjalani enam kali operasi. Ini juga yang dialami bunda bernama Gendis Sri Dewanti.

Semua berawal saat usia kehamilan Gendis 4 bulan. Saat itu dokter bilang calon bayi Gendis mengalami penyakit hipospadia atau kelainan letak lubang uretra yang berada di bagian bawah penis, padahal normalnya di ujung tengah.

"Saat itu juga aku nanya apa ada kelainan lain lagi, dokter bilang belum bisa diagnosis karena masih terlalu dini. Oke, aku cari second opinion dan tanya dokter lain. Nah, dokter kedua ini bilang sepertinya anakku ini ada atresia ani atau nggak ada lubang anus," papar Gendis saat ngobrol dengan HaiBunda di sela-sela acara 'Great parents for Loved Ones' di Decanter, Plaza Kuningan, Jakarta, Kamis (31/5/2018).



Masih belum puas, Gendis kembali ke dokter sebelumnya dan jawaban masih sama. Dokter tersebut belum bisa mendiagnosis lebih lanjut karena masih terlalu dini. Berhubung dapat dua pendapat dari dokter yang berbeda Gendis dan suami pun memutuskan untuk mempersiapkan diri dan finansial untuk menghadapi kasus yang terburuk.

Benar saja, begitu lahir anaknya didiagnosis penyakit atresia ani dan harus menjalani operasi. "Kenapa operasi atresia ani duluan karena sifatnya lebih urgent dibanding hipospadia. Kalau hipospadia masih bisa ketika dia umur dua tahun nanti," kata Gendis.

Akhirnya anaknya yang dinamai Bung Suseno ini dirawat di NICU saat umur satu bulan. Bung harus menjalani operasi kolostomi. Belum selesai shock yang dialami Gendis, Bung juga dinyatakan mengalami hernia sehingga dia harus menjalani operasi kolostomi sekaligus hernianya.

Sepertinya Tuhan lagi sayang-sayangnya sama Gendis dan keluarga. Ya, Gendis dan suami kembali dihadapkan dengan kenyataan ketika Bung berusia 3 bulan dia didiagnosis Atrial Septal Defect (ASD) atau kebocoran jantung. Belum lagi, namanya hamil anak pertama, Gendis sempat merasakan baby blues. Ya sudah, nggak tergambar lagi rasanya dunia Gendis saat itu.

Namun di situ pula titik balik hidup Gendis. Dia sadar nggak terus-terusan melow atau baper menghadapi kejadian kayak gini.

"Di situ aku mikir, oke hidupku udah bukan cuma untukku aja dan aku nggak boleh kebaperan sendiri dalam menghadapi ini. Aku harus fokus dan konsentrasi untuk Bung, dan aku juga percaya sama dokter," kata wanita yang bekerja di bidang perfilman ini.

Akhirnya dengan sabar dan ikhlas, Gendis pun menjalani runutan operasi anaknya satu per satu. Mulai dari operasi hipospadia dan hernia, lalu operasi jantungnya karena ketika kontrol di usia 9 bulan yang tadinya kebocoran di jantung Bung 9 mm justru melebar jadi 13 mm. Tanpa pikir panjang Gendis memutuskan langsung mengoperasi jantung anaknya.

[Gambas:Instagram]



Jadi, total Bung yang baru berusia 12 bulan di tanggal 5 Mei kemarin, sudah menjalani enam kali operasi. Itu pun belum semua yang dijalani. Masih ada hipospadia yang akan Bung lewati nanti ketika ia berusia 2 tahun dengan minimal dua kali operasi.

Tapi setidaknya Gendis masih bisa bernapas sejenak karena semua hal terburuk sudah ia lewati. Dan perbedaan pun sangat dirasakan Gendis pada anaknya.

"Kelihatan banget di berat badan. Dulu sebelum operasi jantung berat badannya mentok di 5 kg, bahkan ketika selesai operasi atresia ani di usia 8 bulan juga masih sama beratnya," ungkap Gendis.

Di usia 8 bulan dengan berat 5 kg bobot Bung sama dengan usia bayi 3 bulan, Bun. Nah, ketika selesai operasi jantung, sekarang beratnya udah nambah sekitar 2 hingga 2,5 kg dan bertambah dengan semestinya.

Bisa bayangin, Bun, selama 10 bulan dari sejak lahir Bung sudah mendapat banyak tindakan medis dan pindah dari satu NICU ke NICU lain. Begitu banyak perjuangan Gendis yang akhirnya bisa bernapas sedikit lega selama 2 bulan belakangan karena kondisi si kecil sudah mulai membaik.

Memutuskan Menggalang Dana

Tentunya sakit dan perawatan yang dilalui oleh Bung lumayan menguras kocek Gendis dan suami. Nah, bukan perkara gampang ketika mereka akhirnya harus mengambil jalan untuk menggalang dana buat si kecil.

"Akhirnya kita menggalang dana di kitabisa.com ini karena pertama, saving-an kita untuk 5 kali operasi sudah habis," kata Gendis

Saat itu, Bung harus menjalani operasi yang mestinya dilakukan saat dia usia 2-4 tahun. Sebab lubang jantung Bung makin lebar.



"Bung juga udah punya BPJS tapi karena waktunya mepet banget, kita cuma punya waktu sebulan. Dan, untuk kasus jantung Bung ini menurut dokter bukan termasuk yang urgent dibanding dengan semua penyakit atau kondisi kelainan jantung yang ada," tutur Gendis

Akhirnya kalau menunggu BPJS, mereka harus menunggu 9 bulan hingga 2 tahun untuk mengoperasi Bung. Nah, nominal sekali operasi ASD ini cukup besar. Belum lagi, Gendis yang bekerja sebagai asisten sutradara ini harus merelakan tidak berkegiatan alias cuti dalam waktu lama. Karena pekerjaannya akan menyita waktu sangat banyak sedangkan ia butuh fokus ke anaknya, jadi hanya suami yang bekerja. Karena itu, akhirnya Gendis memutuskan untuk ikut berpartisipasi menggalang dana untuk anaknya. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi