MOM'S LIFE

Tips Menjadikan Emas sebagai Investasi Bunda

Yuni Ayu Amida Selasa, 06 Nov 2018 - 19.06 WIB
Tips Menjadikan Emas sebagai Investasi Bunda (Foto: dok. Antam) Tips Menjadikan Emas sebagai Investasi Bunda (Foto: dok. Antam)
Jakarta - Berdasarkan riset Inside ID pada 2018, setengah dari orang yang memiliki investasi memilih investasi emas karena sifatnya dianggap aman. Bunda tertarik untuk investasi emas? Berikut ini tips investasi emas yang bisa Bunda pelajari.

Tahukah Bunda, bahwa Indonesia berada di posisi ketiga pasar perhiasan emas terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand dan Malaysia? Itu artinya untuk memulai investasi emas adalah hal yang baik.

Menurut Triono J. Darwis perwakilan jajaran direksi ORORI, emas sudah lama menjadi salah satu pilihan investasi terdepan di Indonesia. Saat ini, dengan berbagai kemudahan yang dihadirkan melalui teknologi, minat masyarakat akan investasi emas terus menunjukkan kenaikan.

"Selain harga yang relatif stabil, bahkan cenderung terus meningkat, ketahanan harga emas terhadap inflasi turut mendorong minat masyarakat untuk diversifikasi investasi mereka di instrumen ini," jelas Triono dalam acara konferensi pers PT ANTAM Tbk dengan PT ORORI Indonesia di Courtyard Cafe, The Hermitage Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Pada kesempatan yang sama, Abdul Hadi Aviciena, General Manager PT Antam Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia mengatakan, emas mungkin tidak membuat kita lebih cepat kaya, tetapi akan menjaga kekayaan kita. Itu sebabnya, memulai untuk investasi emas merupakan hal yang bijak.

"Emas kan liquid ya, artinya gampang sekali kita jual, beda dengan properti. Kalau untuk emas lebih baik kita simpan long term, kita mau haji misal, atau nyekolahin anak, karena emas relatif bisa diandalkan terhadap inflasi atau apa. Sehingga pada saat kita perlu bisa dijual, ya terjaminlah," tutur Abdul.

Abdul juga mengatakan bahwa untuk investasi emas yang terpenting adalah disiplin untuk menabung emas. Selain itu membeli emas sesuai kemampuan serta lihat situasi harga.

"Beli saja sesuai dengan kemampuannya. Memang masyarakat Indonesia barangkali beberapa mampu misal di level 1, ya silakan. Memang secara harga, 100 gram itu favorit, tetapi itu di level Rp 62 juta. Kalau mampunya gitu, ya silakan. Lalu rutin beli di saat harga sedang baik," ucap Abdul. (nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi