MOM'S LIFE

Jawab Isu Pindah Agama, Soraya Haque Ingin Ajarkan Anak Toleransi

Annisa Karnesyia Minggu, 10 Feb 2019 - 18.00 WIB
Jawab Isu Pindah Agama, Soraya Haque Ingin Ajarkan Anak Toleransi/ Foto: Soraya Haque (Ari Saputra/detikHOT) Jawab Isu Pindah Agama, Soraya Haque Ingin Ajarkan Anak Toleransi/ Foto: Soraya Haque (Ari Saputra/detikHOT)
Jakarta - Baru-baru ini muncul video yang menayangkan Soraya Haque dan keluarganya ikut membantu perayaan Natal di sebuah Gereja. Gara-gara itu, banyak yang mengira jika mereka telah berpindah agama.

Menjawab kegaduhan tentang hal itu, Soraya angkat bicara nih, Bun. Dilansir detikcom, artis 54 tahun itu, mengungkapkan hal yang sebenarnya terjadi dalam video berdurasi tiga menit tiga detik tersebut.

"Video itu adalah salah satu bentuk ekspresi kami sekeluarga untuk membuat keselarasan antara hablumminallah dan habluminannas. Hubungan dengan Tuhan adalah kewajiban setiap manusia dengan caranya masing-masing. Tapi kami juga punya tanggung jawab untuk mengajarkan kepada anak-anak yang ada dalam rumah tangga kami, untuk bisa mengaplikasikan secara visual nyata bahwa beratnya menjadi seorang yang patuh dengan sesuatu yang sifatnya dengan menjaga keseimbangan, menjaga keselarasan, tidak boleh merusak itu habluminannas nya," ujar Soraya.


Diceritakan Soraya, bersama sang suami, Ekki Soekarno, selalu mengatakan kepada anak-anaknya jika dalam hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Sekalipun hanya dengan melakukan kebaikan dalam bentuk kecil.

Sebagai orang tua, keduanya yakin, Bun, dengan membantu artinya sudah mengajarkan ketiga anaknya toleransi dan sikap menghargai antar suku maupun agama.

Selain itu, Soraya menyinggung pula mengenai keprihatinannya terhadap rasa kemanusiaan yang makin hilang, Bun. Menurutnya, mereka hanya meneriakkan tentang Ketuhanan saja, tanpa menghargai orang di sekitarnya.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan, pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan keagamaan, bertenggang rasa, dan memperkenalkan makna pluralisme yang bisa membantu anak terbebas dari pengaruh buruk seperti radikalisme.

"Mengajarkan pada anak untuk mengakui persamaan derajat, persamaan hak asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, warna kulit dan sebagainya. Serta ajarkan dan tanamkan kepada anak bahwa perbedaan adalah ciptaan tuhan dan sebagai karunia," ungkap Arist, dikutip dari detikcom.

Aris juga menambahkan jika orang tua wajib memperagakan keteladanan dalam keluarga dan mengajarkan anak nilai-nilai toleransi.


Sedangkan menurut sebuah ulasan di Parents, sebaiknya Bunda jangan menunggu anak untuk menanyakannya terlebih dahulu tentang perbedaan setiap orang. Bunda bisa mulai dengan melakukan pembicaraan sederhana yang di mengerti anak ya. Cobalah jelaskan tentang seberapa besarnya dunia ini dan banyaknya orang dengan perbedaan.

Anak-anak secara perlahan akan menyadari jika topik tentang ras, etnis, dan agama adalah topik sensitif. Sehingga mereka cenderung tidak mau membicarakannya, Bun. Sebaiknya Bunda tidak langsung blak-blakan menjelaskan tentang perbedaan dan makna toleransi ya.

Bunda bisa mencari pendekatan yang mudah di mengerti anak, sebagai contoh untuk memahami perbedaan. Terapkan cara tersebut sampai akhirnya anak menjadi terbuka dan yakin untuk bertanya sendiri.

Nah, Bunda bisa mulai dari sekarang nih menanamkan makna toleransi dan perbedaan pada anak dengan memberi contoh secara langsung.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi