MOM'S LIFE

Sandiaga Uno, Si 'Anak Mami' Kebanggaan Keluarga

Yuni Ayu Amida Minggu, 17 Feb 2019 - 09.00 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Tagar 'Sandiwara Uno' yang ditujukan kepada Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, sedang ramai akhir-akhir ini, Bun. Tagar itu bermaksud menyindir mantan Wakil Gubernur Jakarta ini yang dianggap merekayasa beberapa hal, demi pencitraan tim Prabowo-Sandiaga.

Mendapati hal tersebut, ibunda Sandiaga Uno, Mien Uno pun angkat bicara. Sang ibu tidak terima anaknya dituding demikian. Ia menantang pihak-pihak yang menyebut 'Sandiwara Uno' untuk berhadapan langsung dengannya dan meminta maaf.


"Jadi, kalau ada yang mengatakan 'Sandiwara Uno' itu adalah sesuatu yang mungkin dia (Sandi) tidak apa-apa, tapi yang sakit hati itu ibunya," ujar Mien Uno, dikutip dari detikcom.

"Jadi sekarang, kalau ada orang yang mengatakan itu Sandiwara Uno, dia harus minta maaf kepada ibunya yang melahirkan dan mendidik Mas Sandi dengan segenap tenaga untuk menjadi orang yang baik. Siapa yang mau berhadapan dengan saya sebagai ibunya?" sambungnya.

Mien mengaku sedih setiap kali orang lain mencemooh Sandi tentang apa yang dikatakan dan dilakukan sang anak. Baginya, apa yang dituduhkan kepada Sandiaga adalah sesuatu yang tidak benar.

Mien menegaskan selalu mendidik Sandi sesuai dengan agama dan kearifan yang berlaku di Indonesia. Ia memuji sikap Sandiaga yang tak pernah marah meski kerap dituding bersandiwara.

"Saya sedih banget sebagai orang tua yang melihat keadaan yang terus-menerus dipertentangkan yang sebetulnya itu adalah hal yang tidak benar," tutur Mien.

Di sisi lain, ketika Sandiaga Uno mendapat stigma 'anak mami', setelah pembelaan yang dilakukan ibunya kepadanya. Sandiaga tak menampik hal tersebut, dia justru mengakui kalau dirinya memang anak mami.

"Saya urat bapernya udah putus. Nggak ada saya, nggak baper. Kalau dikatain anak mami, memang anak mami. Masa anak tetangga, anak tante, kan nggak," seloroh Sandiaga.

Melihat apa yang dilakukan Mien Uno terhadap anaknya ini, tercermin bahwa hubungan antara ibu dan anak ini sangat dekat. Ketika seorang anak dekat dengan sang ibu, saat terdapat masalah pun, tingkat stres si anak bahkan ibu bisa lebih rendah lho.

Penelitian dari Queen's University di Australia menemukan bahwa kedekatan fisik atau emosional dengan anggota keluarga bisa mengurangi stres situasional secara signifikan. Salah satu peneliti, Jessica Loughes, Ph.D, mengatakan bergenggaman tangan, rupanya bisa membantu mengurangi stres.

"Hal menarik lain yang kami temukan ternyata tingkat stres yang dialami ibu ketika melihat si anak berada dalam situasi sulit, juga berkurang ketika si anak menggenggam tangan mereka," ungkap Loughes, seperti dilansir Counsel Heal.


Lebih lanjut, Loughes mengatakan, ibu juga bisa merasa stres ketika melihat buah hatinya kesulitan. Nah, ketika ibu menggenggam tangan anak mereka, setidaknya mereka bisa melakukan sesuatu yang membantu sang anak, minimal secara emosional.

Dengan begitu, otomatis kekhawatiran ibu yang merasa tidak dapat menolong buah hatinya juga berkurang. Loughes juga menekankan kedekatan anak secara fisik, emosional, atau keduanya dengan ibu serta anggota keluarga yang lain, bisa membuat mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi situasi yang menantang. (yun/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi