moms-life

Saat Kumpul Keluarga Malah Jadi Ajang Banding-bandingkan Anak

Selasa, 27 Jun 2017 08:08 WIB
Saat Kumpul Keluarga Malah Jadi Ajang Banding-bandingkan Anak
Jakarta - Kadang kalau pas lagi kumpul keluarga seperti di momen libur Lebaran, tanpa sengaja mendengar hal yang kurang mengenakkan. Misalnya ketika anak kita dibanding-bandingkan dengan sepupu-sepupunya.

Mungkin sih emang nggak ada yang bermaksud menyakiti perasaan kita dan anak kita ya Bun. Tapi sering kali jadi baper kalau sudah terlalu banyak mendengar perbandingan-perbandingan. Apalagi kalau anak kita jadi pembanding yang posisinya lebih rendah.

Tapi daripada kesel-kesel sendiri nih, Bun, mending kita lebih relaks menyikapinya. Apalagi kan memang kita yang lebih tahu soal anak kita dibandingkan orang lain. Jadi ketika misalnya anak kita dibandingkan terkait prestasinya di sekolah dengan sepupu-sepupunya, lebih baik diambil sisi-sisi positifnya aja.


"Anggap saja Bunda sedang mendengarkan seminar atau talk show di TV. Terbuka dengan banyak informasi, siapa tahu ada yang bisa kita contoh dari cara mereka," saran Sri Juwita Kusumawardhani M.Psi., Psikolog, psikolog klinis dari Tiga Generasi.

Ketimbang kita sibuk membela anak atau membela diri dengan emosi, nanti yang ada malah muncul keributan kan ya Bun. Ya sudahlah, toh nggak sering-sering juga ya mendengar hal-hal seperti itu. Sabar-sabar aja ya Bun.

Kadang juga kita jadi menyadari sesuatu terkait tumbuh kembang anak kita yang mungkin nggak optimal. Misalnya ketika anak kita dan sepupunya yang sama-sama umur 10 bulan, tapi anak kita belum juga merangkak, itu malah bisa 'menyalakan' alarm di diri kita untuk mencari tahu apakah memang ada masalah dengan tumbuh kembang si kecil.

"Kita bisa mendiskusikan dengan ahli seperti dokter anak atau membaca buku dari ahli yang kredibilitasnya tidak diragukan. Jika masih sesuai dengan tahap perkembangan anak, Bunda tidak perlu khawatir," sambung perempuan yang akrab disapa Wita ini.

Wita lantas mengambil contoh pada saat anak kita yang baru kelas satu SD belum bisa membaca secara cepat atau masih mengejanya, kemudian ada saudara yang membandingkan dengan sepupu yang mahir membaca, kita tidak usah khawatir. Kata Wita, di usianya yang masih segitu wajar saja jika anak belum mahir membaca secara cepat.

Terkadang berargumen dengan keluarga, bisa menjadi debat kusir. Kalau tidak punya energi yang cukup akan melelahkan. Lebih baik kita menahan diri untuk tidak berkomentar lebih jauh Bun untuk menjaga jangan sampai hubungan kekeluargaan rusak.

Tanggapi dengan kepala dingin apapun yang dikatakan oleh saudara, jangan sampai emosi Bunda meluap. Jadikan kritikan sebagai hal positif yang bisa Bunda bangun bersama si anak ke depannya. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi