HaiBunda

MOM'S LIFE

3 Cara Ini Bisa Bantu Hindarkan Anak dari Konten Video Terlarang

Joko Supriyanto   |   HaiBunda

Sabtu, 22 Jul 2017 15:00 WIB
Ilustrasi anak main gadget (Foto: GettyImages/Matthew Lloyd)
Jakarta - Bagi anak, ada konten-konten video yang terlarang. Misalnya yang mengandung kekerasan dan seksualitas. Nah, bagaimana cara mengindarkan anak dari konten video terlarang?

Soal anak yang tepergok mengakses video terlarang ternyata pernah dialami Fibriyanti Elastria selaku Customer Product Marketing Manager, Google Indonesia, Bun.

"Ya saya pernah melihat anak saya saat dia menonton video dimana video tersebut tidak seharusnya dia tonton. Seperti waktu itu saya melihat dia menonton video bertengkar di mana seharusnya dia tidak boleh menontonnya," tutur Fibri dalam acara 'Google Parent' beberapa waktu lalu.


Apa yang dilakukan Fibri saat itu? "Saya tidak memarahinya, tapi saya menasihatinya, mengajak anak untuk memberikan pengayaan dan melakukan diskusi terkait pelarangan video yang tidak boleh ditonton," sambungnya.

Fibriyanti Elastria /Foto: Joko Supriyanto


Agar nggak kecolongan lagi, Fibri lantas menerapkan tiga hal ini Bun.

1. Yakinkan bahwa setingan di Youtube atau handphone sudah aman

Bunda bisa memilih konten-konten video untuk anak tonton dengan menyeleksinya menggunakan 'add to' yang ada pada fitur Youtube. Selain itu, Bunda bisa melaporkan kalau ada konten yang nggak sesuai. Iya, sebagai orang tua kita harus perduli terkait dunia digital juga.

2. Ajarkan anak sesuai pemahamannya

Setiap orang memiliki level pemahaman yang berbeda-beda, begitu juga dengan si anak. Apa yang menurut Bunda boleh dan apa yang menurut Bunda tidak boleh itu tidak sama dengan pemikiran semua orang.

Dalam memberi tahu anak, kita jangan langsung memberitahukannya secara sekaligus, tapi secara bertahap 'step by step'. Ini penting Bun untuk menjelaskan kepada si kecil, kenapa dia boleh dan tidak boleh melakukan sesuatu.

3. Batasi penggunaan handphone sesuai kesepakatan waktu bermain

Bunda bisa membatasi si anak untuk bermain handphone misalnya, hanya membolehkannya saat weekend saja. Meski begitu, kita juga harus punya rules dalam menentukan waktu bermainnya.

Jika si anak sudah besar, otomatis dia juga selalu memiliki akal untuk bermain handphone dengan cara yang dia lakukan tanpa orang tua ketahui. Soalnya anak semakin besar pasti semakin pintar, maka sebagai orang tua kita juga harus mencari akal lain agar anak bisa tetap terkontrol, sehingga terbebas dari paparan pornografi atau kekerasan dari handphone. (jos)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK