mom-life

Ketika Kau Selingkuh, Haruskah Aku Memaafkanmu, Suamiku?

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 14 Sep 2017 16:38 WIB
Ketika Kau Selingkuh, Haruskah Aku Memaafkanmu, Suamiku?
Jakarta - Bahtera rumah tangga sudah sekian lama terjalin. Hingga suatu hari, kita tahu kalau suami membagi cintanya dengan wanita lain. Ya, dia berselingkuh. Bisa dibayangkan kan, Bun gimana rasanya? Tapi ketika suami menyesal dan mengaku akan berubah, haruskah kita memaafkannya?

Nah, para bunda berbagi pendapatnya nih di media sosial HaiBunda.com, baik di instagram @haibundacom maupun Facebook HaiBunda.com. Bunda bernama @celiangelin bilang dia bisa saja bersedia membukakan pintu maaf ketika suaminya berselingkuh. Kata @celiangelin, diperhatikan juga kondisi apa yang membuat pasangan sampai berselingkuh, kemudian berusaha memahami dan memaafkan, kalau memang kesalahan suami masih bisa ditolerir dan penjelasannya masuk akal.

"Tapi kalau di luar itu mungkin tidak. Jika masih bisa memaafkan kenapa nggak, karena karma selalu ada. Tanpa kita maafkan pun perbuatannya pasti akan terbalaskan dengan cara setimpal jadi lebih baik memaafkan dan berusaha mendatangkan energi positif dalam diri dibanding merusak diri dengan amarah," kata @celiangelin.


Pendapat senada juga dilontarkan sama bunda bernama @ranasstri. Kata bunda yang satu ini, kalau suami sadar dirinya salah lalu minta maaf dan berkomitmen nggak akan mengulang kesalahannya, pintu maaf masih terbuka. Walau, pastinya sakit ya, Bun. Wanita mana sih yang nggak merasakan perih di hatinya ketika dikihianati?

Kata bunda @ranasstri, apa yang terjadi bisa dianggap menjadi tantangan dan cobaan supaya suami dan istri lebih dewasa dalam berumah tangga sampai maut memisahkan. Nggak cuma bunda @celiangelin dan @ranasstri, bunda lain dengan akun instagram @baby.picad bilang selama selingkuhnya tidak sampai berhubungan badan, mungkin sang suami akan dimaafkan dan diterima kembali.

"Tapi kalau sudah sampai perbuatan itu, dimaafkan saja dan dilepaskan. Karena, apapun alasannya nggak bisa jadi pembenaran untuk berkhianat," katanya.

Ada para bunda yang mungkin akan memaafkan kalau suaminya selingkuh, tapi ada yang dengan tegas bilang nggak akan memafkan, Bun. Salah satunya, bunda @a.wulanjani yang menegaskan tiada maaf untuk sang suami. Kenapa? Kata @a.wulanjani, sebelum adanya pernikahan, ada perkenalan dan penyesuaian dalam jarak yang lama di mana kedua belah pihak tahu akan ketidaksukaan terhadap sikap masing masing.

Sementara, Dyta Kinanti mengatakan untuk urusan memafkan, pasti dia akan memafkan suaminya. Tapi hanya sebatas itu dan tidak untuk memperbaiki rumah tangga. Toh, kata Dyta saat laki-laki sudah selingkuh, itu berarti dia sudah tidak cinta lagi. "Jadi, buat apa mempertahankan komitmen bila sudah tidak cinta lagi?" ujarnya.

Baca juga: 'Ingat Allah dan Anak-anak Membuatku Memaafkan Perselingkuhanmu'

Ada juga nih Bun, sahabat HaiBunda @liebemaulid yang pasti akan memaafkan tapi dengan konsekuensi tegas yaitu perceraian. Soalnya, bunda yang satu ini percaya kalau sekali suami selingkuh, akan ada perselingkuhan lain.

Kalau bunda bernama Aptri Yani, bilang dia akan memaafkan jika suami melakukan perselingkuhan satu kali. Dengan begitu, menurut Aptri bisa tercipta hubungan yang jauh lebih baik, karena masing-masing pihak bisa berintrospeksi dari apa yang terjadi. Bahkan, Aptri bilang dirinya juga bisa berintrospeksi dan nggak lantas menyalahkan pasangan seutuhnya.

"Kalau dia selingkuh, mungkin dari saya pribadi pun masih kurang baik di mata pasangan. tapi kalau sudah di maafkan terus melakukan kesalahan lagi dengan hal yang sama tentu saya tidak akan memaafkan, karena itu bukan lagi kekhilafan tetapi penyakit hati," kata Aptri.

Ketika kita tahu pasangan selingkuh, memang nggak mudah untuk membukakan pintu maaf ya, Bun. Tapi, kalau Bunda bisa memaafkan pasangan dan bertekad merajut kembali hubungan rumah tangga yang sempat terkoyak, psikolog keluarga Anna Surti Ariani M.Psi., Psikolog atau Nina bilang buat kesepakatan soal perubahan yang jelas dengan pasangan.

"Misalnya suami janji berubah, nggak akan pulang malam. Pulang malamnya, jam berapa. Yang terpenting, bicarakan dengan detail bersama pasangan karena ketika kita nggak membicarakan itu, bisa jadi pasangan sudah berubah tapi kita nggak merasa karena memang nggak ada pembicaraan soal perubahan itu sebelumnya," kata Nina yang praktik di Tiga Generasi ini.

Baca juga: Wajarkah Istri Trauma karena Pernah Diselingkuhi Suami?

[Gambas:Instagram]

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi