sign up SIGN UP search


moms-life

Dalam Urusan Belanja, Tanpa Disadari Kita Punya 'Anak Kesayangan'

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 10 Oct 2017 08:00 WIB
Saat punya anak lebih dari satu, tanpa disadari kita punya anak kesayangan. Utamanya kalau dikaitkan dengan urusan belanja. caption
Jakarta - Semua orang tua pasti sayang sama anaknya. Tapi kalau soal urusan belanja buat anak, secara nggak sadar kita punya 'anak kesayangan' lho.

Ya, baru-baru ini studi yang diterbitkan di Journal of Consumer Psychology menemukan kalau ibu lebih banyak menghabiskan uang untuk membelikan barang buat anak perempuannya, sedangkan ayah lebih banyak menghabiskan uang untuk membelikan barang buat anak laki-lakinya. Ini di luar dari kebutuhan masing-masing si anak ya, Bun.

Kenapa bisa terjadi perbedaan seperti ini? Nah, para peneliti menduga walaupun orang tua bilang nggak ada anak yang jadi kesayangan, mereka secara nggak sadar menjadikan si anak sebagai investasi dan ini dipengaruhi oleh kesamaan jenis kelamin. Jadi, ibu akan lebih melihat perspektif diri mereka di anak perempuan dan ayah melihat perspektif diri mereka di anak laki-laki.


"Meski 90 persen studi ini mengklaim mereka memperlakukan anaknya sama tapi hasil studi kami berbeda. Untuk studi ini, kami melakukan empat percobaan terpisah di Amerika dan India," kata salah satu peneliti, dikutip dari Essential Baby.

Di satu percobaan, orang tua diberi uang jaminan yang cuma bisa dikasih ke satu anak. Hasilnya, ibu cenderung memilih memberi uang jaminan itu ke anak perempuan sedangkan ayah lebih memilih memberinya ke anak laki-laki. Ada lagi percobaan kedua, Bun. Orang tua dikasih satu lotre untuk mendapat paket kembali ke sekolah. Tahu nggak, Bun, hasilnya?

Baca juga: Anak Minta Baju Lebaran Tapi Budget Pas-pasan? Begini Mengakalinya

Sebanyak 75 persen ibu memilih memberi tiket itu ke anak perempuannya dan 87 persen ayah memilih memberinya ke anak laki-laki. Apa yang bisa didapat dari studi ini? Peneliti bilang, hasil studinya menunjukkan bahwa orang cenderung menghabiskan uang untuk hal-hal yang sesuai sama identitas mereka.

Tapi, peneliti menekankan kalau soal pengaturan keuangan termasuk belanja untuk anak kembali lagi pada keputusan keluarga dan nilai yang berlaku di keluarga. Nah, bicara soal anak kesayangan, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi bilang secara nggak disadari, pasti orang tua punya preferensi pada salah satu anak.

"Tapi, bukan kesayangan sih ya, lebih tepatnya yang terfokus sama orang tua. Kenapa bisa begitu? Itu hati sih ya yang memilih. Jadi nggak bisa dibilang anak yang kayak apa yang biasanya lebih dapat fokus orang tua. Ya anggap aja kayak cewek suka sama cowok, kan itu udah bicara hati kan. Gitu juga dengan orang tua terhadap anak yang mereka fokuskan ini," kata Ratih yang berpraktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini.

Untuk menghindari konflik atau kecemburuan antar saudara, Ratih menyarankan sebisa mungkin kita bersikap adil, Bun. Dalam artian, memberi apa yang anak butuhkan sesuai dengan kebutuhannya.

Baca juga: Ketika si Kecil Maunya Minum yang Manis-manis Melulu

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi