moms-life

Peran Bunda di Keluarga Nggak Cuma Urus Anak dan Suami Lho

Amelia Sewaka Kamis, 14 Dec 2017 13:00 WIB
Peran Bunda di Keluarga Nggak Cuma Urus Anak dan Suami Lho
Jakarta - Bunda sama ayah memang mesti kompak dalam uruasan keluarga. Termasuk memberi asah, asih, dan asuh untuk si kecil. Eh, tapi tahu nggak, Bun, peran bunda di rumah nyatanya lebih besar dan nggak sekadar mengurus anak dan suami aja.

Kebanyakan orang tahu peran bunda buat si kecil adalah asah yaitu memberi stimulasi pertama anak-anak, asih yaitu memberi cinta untuk anak dan asuh yaitu memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selain itu, ada peran bunda secara psikologis yang juga penting buat keluarga dan sering nggak disadari.

"Ibu berperan 2/3 kali lebih banyak dalam mengelola rumah tangga dan dua kali lebih banyak dalam pengasuhan anak dibandingkan ayah," kata Roslina Verauli SPsi MPsi, psikolog anak dan keluarga, dalam acara Fonterra Brands Indonesia Merayakan Hari Ibu dengan Kampanye 'Best Mom Ever', di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Dikatakan psikolog yang akrab disapa Vera ini, secara faktual peran ibu lebih banyak, yaitu:

1. House Work

Di rumah, coba cek deh, Bun, kira-kira siapa sih yang paling banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga, Ayah atau Bunda? Dari mulai beres-beres rumah, mengurus anak, dan segala macamnya. Para ayah memang membantu pekerjaan rumah tapi tetap bunda yang lebih banyak mengerjakannya, dengan porsi 2 per 3 kali lebih besar.

2. Parenting

Tugas pengasuhan seperti membantu anak dalam urusan sekolahnya, ada PR atau nggak, membuat jadwal kegiatan harian si kecil, umumnya di-handle sama bunda. Belum lagi kalau anak berbuat kesalahan, biasanya bunda nih yang pertama kali harus 'bertanggung jawab'. Ya, walaupun untuk urusan si kecil kita sama ayah harus kerja sama dan kompak ya, Bun.

3. Emotion Work

Peran bunda yang satu inj biasanya nggak terlalu terlihat. Tapi, ketika dilakukan dampaknya besar banget. Emotion work yang dilakukan bunda misalnya menghibur ayah ketika pulang kerja. Atau, menghibur dan tetap menyemangati anak saat mereka kecewa karena nilai ujiannya nggak bagus.

"Bahkan ketika ayah ada masalah, ibu juga yang support," imbuh Vera.

4. Mental Work

Sama halnya dengan emotion work, mental work emang nggak tampak dan sukar diukur, tapi bisa berdampak besar bagi keluarga. Mental work misalnya bunda yang concern banget pada vaksin anak, mengatur tugas rumah sedemikian rupa sehingga semuanya berjalan lancar, termasuk mengelola pemasukan rumah tangga.

"Dikasih si ayah gaji misalnya Rp 10 ribu tapi pengeluarannya Rp 12 ribu. Nah, gimana caranya bisa balance neraca rumah tangganya, itu ibu kembali harus mikir keras kan," ungkap Vera.

Kata Vera, secara nggak sadar perempuanlah yang merupakan pusat emosi di rumah. Dia menambahkan, suatu keluarga bisa menjadi positif atau negatif itu tergantung dari emosi si ibu.

"Yang terlibat banyak adalah ibu. Peran paling besar sebagai pusat emosi di rumah," tutur Vera.

Karena itu, ayah bantu bunda jaga emosinya agar tetap positif ya dan bunda juga sebarkan aura positif terus di rumah biar keluarga tetap happy. (aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi