moms-life

Buat Orang Tua, Kadang Happy Itu Sesimpel Memainkan Mainan Anak

Radian Nyi Sukmasari Sabtu, 24 Mar 2018 18:22 WIB
Buat Orang Tua, Kadang Happy Itu Sesimpel Memainkan Mainan Anak
Jakarta - Pernah nggak, Bun. Iseng memainkan mainan anak-anak dan perasaan kita happy bukan main. Terdengar konyol sih kok sudah tua masih memainkan mainan anak-anak. Tapi, ini juga bukan hal salah kok. Ya nggak?

Seperti yang dilakukan pasangan suami istri Brian Fichera dan Dylan Dreyer. Brian dan Dylan punya seorang anak laki-laki berumur 1 tahun bernama Calvin. Nah, suatu hari di paman Instagram-nya Brian mengatakan kalau istrinya mengajak dia bersantai di rumah sambil menikmati segelas minuman. Tapi, Brian justru mencari mainan Calvin.

"Saya berkata ke istri saya di mana kereta api mainan Calvin," ujar Brian. Ternyata, dia memainkan mainan putranya itu, Bun. Ya, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram-nya, tampak Brian berada dekat deretan tiga kereta api. Nggak lama, dia mendorong sebuah mobil-mobilan yang sudah pasti mengacaukan barisan kereta api tersebut.


Apalagi video itu dibuat dalam bentuk slow motion dan backsound. Memang Brian mengeditnya. Jadi, Bun, kalau dilihat-lihat video itu kayak adegan film action gitu.

[Gambas:Instagram]


Di akun Instagram-nya, Dylan memberi tahu gimana behind the scene video tersebut. Kelihatan banget Brian happy, Bun. Hayo, siapa di sini Ayah dan Bunda yang juga happy saat memainkan mainan anak?


[Gambas:Instagram]


He-he-he. Adalah hal yang lumrah saat kita happy memainkan mainan anak kok, Bun. Apalagi di dalam diri setiap orang ada inner child yang bisa muncul ketika seseorang dewasa dan mengalami suatu kondisi kayak stres, sedih, atau galau. Demikian dilansir Psychology Today.



Inner child akan otomatis tertutupi ketika kita beranjak dewasa. Nah, saat dewasa dan mengalami masalah yang bikin kita down, kita bisa mencari gratifikasi salah satunya lewat inner child. Misalnya aja dengan memainkan mainan anak atau melakukan hal yang dulu sering kita lakukan.

Art Therapist Mutia Ribowo SDs, MA mengatakan sekadar doodling atau corat coret saja sudah bisa bantu kita meredakan stres lho. Soalnya, coret-coret bikin seseorang untuk fokus sejenak. Sehingga, masalah yang dialami bisa dilupakan sejenak dan akhirnya terasa rileks.

"Hampir seperti meditasi ya, habis corat-coret sambil dengar musik kita bisa merasa lebih tenang. Apalagi kalau corat-coretnya itu mengekspresikan apa masalah yang kita alami, maka kita tidak terlalu stres lagi," kata Mutia dikutip dari detikHealth.

Untuk itu, Mutia menyarankan orang dewasa jangan segan coret-coret ketika stres. Atau kalau mau boleh menggambar juga mewarnai lho. Kalau mau menggambar atau mewarnai pakai gadget nggak masalah. Walau memang efek mewarnai atau menggambar pakai gadget nggak sebagus pakai pensil.

"Kalau gadget kan tangan kita menggosok-gosok aja, kalau pake pensil apalagi pensil warna, krayon ada memori saat masa kecil kita, kita jadi kayak anak kecil lagi ya, jadinya nggak stres," papar ibu satu anak ini.

(rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi