mom-life

Begini Rasanya Punya Anak 6 yang Umurnya Kurang dari 6 Tahun

Melly Febrida Sabtu, 14 Apr 2018 18:00 WIB
Begini Rasanya Punya Anak 6 yang Umurnya Kurang dari 6 Tahun
Sydney, Australia - Bunda ini mungkin cocok disebut sebagai super mom. Keenam anaknya masih berusia di bawah enam tahun. Nggak kebayang ramainya pasti luar biasa ya, Bun.

Saya saja yang masih memiliki dua balita rumah juga selalu ramai lho, Bun. Kalau nggak rebutan makanan atau mainan, pasti salah satu mengganggu yang lain. Teriakan, tangisan, tertawa, lengkap deh.

Krechelle Carter, ibu yang juga seorang blogger di Australia memberi gambaran seperti apa kehidupannya dengan keluarga yang besar. Ia menceritakan kehidupannya dalam blog di Eight at Home. Krechellen menuliskan tentang kebaikan serta sisi buruk memiliki begitu banyak anak.


"Kami mencintai keenam anak kami, kami mencintai setiap wajah kecil mungil mereka," kata Krechelle dalam salah satu tulisan di blognya.

Saking banyaknya anaknya, Krechelle sering lupa tanggal lahir anak-anaknya nih saat pergi ke dokter. Di saat seperti itu ia merasa otaknya nggak berfungsi.

"Masing-masing terpaut satu tahun, dan mereka semua terlihat sangat familiar. Anda tahu, otak saya tidak berfungsi seperti biasanya," tulis Krechelle dengan humor khasnya.

Katanya Bun, semenjak jadi seorang ibu otaknya seakan kehilangan kapasitasnya. Dia merasa otaknya seperti mangkuk kosong. Selain itu, semakin banyak anggota keluarga, kerjaan di rumah juga makin bertambah.

"Saat Anda masuk ke rumah kami, saya sering mencoba menutupi bau sepatu dengan lilin dan Glen 20," tulis Krechelle.

Glen 20 ini disinfektan sempro,t Bun. Memang sih bisa bahaya kalau memakainya bersamaan dengan lilin karena bisa terbakar. Tapi, demi menghilangkan aroma nggak sedap di rumahnya, Kreschelle menggunakannya sekaligus.



Nah, kalau ke rumahnya Bun, kata Krechelle jangan kaget kalau di depan pintu masuk banyak sepatu berjejeran seperti orang jual sepatu. Padahal setiap minggu, Krechelle sudah memindahkan 74 pasang sepatu dari depan pintu masuk, tapi tetap saja tampilannya seperti orang jualan sepatu.

"Keset selamat datang dihalangi sepatu," lanjutnya.

Selain itu, Krechelle selalu menghilangkan catatan dari sekolah anaknya. Sering kali ia meletakkan di mana saja, atau membuangnya.

Krechella juga suka mengajak anak-anak makan keluar. Yang jelas, ia suka yang serba diskon. Saya pun termasuk yang suka diskon, karena bisa berhemat, he-he. Maklum ya, emak-emak pasti penggemar diskon.

"Kami akan melakukan apapun demi diskon yang bagus. Kami makan di luar pada hari Senin karena anak-anak makan gratis, kami menonton film Selasa murah, kami pergi ke hari pertunjukan diskon dan perjalanan 42 menit untuk give away perabotan," tulis Krechelle.

Oh ya, Bunda punya foto keluarga ketika anak-anak masih kecil? Krechelle bercerita, keluarganya sering kesulitan untuk foto keluarga. Membuat delapan wajah menghadap ke kamera bukan pekerjaan mudah.

"Atau menjaga pakaian mereka tetap bersih atau memotret dalam waktu lama. Lupakan. Saya saja yang memotret mereka," lanjutnya.

Krechelle juga mengakui tidak mungkin mengobrol dengan suaminya tanpa didengar anak-anak. "Kami benar-benar harus menunggu sampai mereka tidur, tutup tiga pintu yang berbeda dan kemudian bersembunyi di bawah selimut kami, tapi percayalah ketika kami mengatakan 'hadiah', anak-anak akan mendengarnya," tulis Krechelle lagi.

Kata Krechelle, memiliki banyak anak yang belum berusia enam tahun juga harus siap kalau tertunda keinginan bertemu teman atau hal lain. "Terkadang Anda melewatkan pertemuan karena keenam anak itu sakit perut gastro atau kena wabah, atau kena infeksi kutu rambut," tutur Krechelle.



Meski menghadapi berbagai kerepotan, Krechelle berusaha membuat semuanya berjalan sebaik mungkin. "Memiliki keluarga besar itu sulit, ini gila. Tapi itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat," ucapnya.

Konon anak banyak akan bikin ibu makin stres. Tapi sebenarnya nggak selalu. Kadang yang anaknya satu atau dua bisa lebih stres lho.

Dari survei yang digelar TODAYMoms, 75 persen responden mengaku lebih sering stres karena membayangkan besarnya tuntutan dari diri mereka sendiri agar menjadi ibu yang 'sempurna'. Bahkan tekanan ini jauh lebih besar daripada tekanan yang didapatkan dari penilaian ibu-ibu lainnya.

"Anda selalu mendengar adanya 'perang antaribu', tapi saya merasa kita lebih sering menghakimi diri kita sendiri lebih kejam daripada orang lain," tandas Jill Smokler (35), blogger 'Scary Mommy' dan penulis buku Motherhood Comes Naturally (And Other Vicious Lies) seperti dikutip detikHealth.

Anak satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya, memang punya tantangan masing-masing ya, Bun. Ada ibu beranak satu yang stres karena sulit membagi waktu kerja dan keluarga. Tapi ada juga ibu di rumah dengan satu anak yang juga stres karena hari-harinya terlalu monoton. Semua ada tantangan. Stres pasti ada, tapi semua kembali pada kita bagaimana meregulasinya. Semangat ya Bunda! (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi