MOM'S LIFE

Mana yang Paling Bikin Ibu Cepat Tua: Stres atau Merokok?

Asri Ediyati Sabtu, 10 Mar 2018 - 18.06 WIB
Mana yang Paling Bikin Ibu Cepat Tua: Stres atau Merokok?/ Foto: Thinkstock Mana yang Paling Bikin Ibu Cepat Tua: Stres atau Merokok?/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Kondis tertentu bisa bikin ibu cepat tua. Nah, menurut Bunda, manakah yang paling bikin ibu cepat tua, stres atau merokok?

Kalau Bunda menjawab stres sebagai hal yang paling bikin ibu cepat tua, jawaban Bunda benar. Ya, periset telah menemukan bahwa ibu yang mengalami stres akan mengalami penuaan lebih cepat daripada perempuan yang merokok. Periset George Mason University bahkan menganggap dampaknya lebih buruk daripada kelebihan berat badan. Waduh, gawat ya, Bun.

Kelompok ilmuwan tersebut meneliti 2.000 perempuan berusia antara 20 dan 44 tahun. Lalu, mereka menemukan bahwa terjadi pemendekan telomere (struktur kromosom) pada ibu sebanding dengan wanita tanpa anak-anak yang berusia 11 tahun lebih tua. Jadi ibu-ibu tersebut usia selnya sama tuanya dengan wanita yang umurnya 11 tahun lebih tua. Demikian dikutip dari Essential Kids.



Telomere adalah bagian dari kromosom kita yang dikaitkan dengan umur panjang. Seiring bertambahnya usia, telomere secara alami akan memendek. Kemudian, menurut penelitian, semakin banyak anak, semakin pendek telomer.

"Kami terkejut menemukan hasil yang begitu mengejutkan. Kami menemukan bahwa wanita yang memiliki lima atau lebih anak-anak memiliki telomere yang lebih pendek dibandingkan mereka yang nggak memilikinya dan relatif lebih pendek pada mereka yang memiliki satu, dua, tiga, atau empat anak," kata Anna Pollack, salah satu peneliti dikutip dari Daily Mail.

Stres seorang ibu bisa datang dari mana saja dan kapan saja, seperti duduk lebih dari beberapa jam setiap saat setiap hari, lama bepergian ke dan dari tempat kerja, juga kurang tidur.

Lalu, bagaimana caranya agar nggak terjadi penuaan dini akibat stres? Dikutip dari Best Health Magazine, ibu disarankan untuk makan sehat dan olahraga teratur. Jaga agar otak kita selalu 'aktif'. Buat ibu bekerja, baiknya nggak ke kantor saat sakit, juga jangan olahraga terlalu berat.

Peneliti juga menyarankan bila perlu, ibu memiliki hewan peliharaan. Terakhir, luangkan waktu bersama orang yang dicintai, Bun. Soal stres pada ibu, psikolog Vera Itabiliana beberapa waktu bilang seseorang cenderung stres ketika harapan nggak sesuai realita. Nah, karena itu ekspektasi nggak boleh berlebihan alias nggak realistis dan nggak fleksibel.



"Tanpa target di luar diri kita, diri kita sudah berubah. Jangan diperberat dengan hal lain," kata Vera.

Vera pun menyarankan agar kita lebih rileks, sehingga nggak gampang tertekan. Kadang kita nggak perlu jadi perkasa jika energi yang kita punya nggak sebesar orang lain atau yang kita harapkan. "Tiap orang beda-beda. Coba lebih rileks dengan jalan pagi, yoga, komunikasi dengan pasangan dan berbagi peran dengan suami," saran Vera. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi