HaiBunda

MOM'S LIFE

Cara Tak Biasa Survivor Kanker Payudara Beri Alasan Tak Menyusui

Melly Febrida   |   HaiBunda

Selasa, 23 Oct 2018 12:01 WIB
Ilustrasi kanker payudara/ Foto: iStock
Sydney - Seperti ibu lain, Meghan Koziel pasti ingin menyusui bayinya. Namun, mastektomi yang dia jalani sebagai salah satu terapi kanker payudara membuat Meghan nggak bisa menyusui.

Seakan tahu pertanyaan apakah dirinya menyusui atau nggak setelah melahirkan bakal didapat, Meghan membuat sebuah poster dengan warna merah muda atau pink, warna yang menjadi simbol kanker payudara.

Di foto itu, Meghan yang akan melahirkan duduk di ranjang RS dengan kedua tangan memegang dada. Di dinding belakang ranjang Meghan, ada pesan meskipun menyusui adalah tugas yang sangat spesial tapi tolong hati-hati sebelum bertanya.




"Bayi kami akan diberi susu formula dan itu tak akan memengaruhi masa depannya. Ibu ini seorang survivor," demikian tulisan di poster buatan Meghan tersebut.


Diketahui, Meghan didiagnosis dan menjalani terapi kanker payudara pada tahun 2015. Dia menambahkan sebagai survivor kanker payudara dan sudah menjalani mastektomi, ia tak mampu menyusui. Memang Meghan sudah melakukan rekonstruksi payudara setelah mastektomi, tapi tubuhnya tak mampu menyusui.

"Ya saya punya foob (payudara palsu), tapi saya tidak punya payudara (atau puting) karena itu, tubuh saya tidak mampu menyusui," ujar Meghan dalam keterangan foto di Instagram-nya.

Kebetulan, Meghan bekerja di RS. Makanya, dia tahu benar gimana pedihnya perasaan seorang ibu ketika nggak bisa menyusui si kecil karena alasan medis. Apalagi bila ditambah pertanyaan atau komentar orang-orang tentang dirinya yang nggak menyusui tanpa mereka tahu alasan di baliknya, pasti makin menyakitnya.

Ilustrasi menyusui/ Foto: thinkstock
Dikutip dari Fatherly, Meghan bilang foto yang ia bagikan menuai banyak komentar dan saran, salah satunya untuk menggunakan ASI donor. Namun, Meghan belum tertarik melakukannya. Nggak cuma itu, sejumlah ibu yang melihat postingan Meghan tertarik dengan idenya. Sampai ada yang berniat meniru cara Meghan, Bun.

Bicara kanker payudara, penyakit ini memang bisa mengenai siapa saja. Nah, bagi para bunda, jangan lupa periksa payudara sendiri (Sadari). Menurut dr Shanty Gultom dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), walaupun sudah menikah, hamil, melahirkan, dan menyusui, deteksi dini kanker payudara tetap penting dilakukan.

dr Shanty juga bilang menikah, hamil, dan menyusui merupakan faktor predisposisi atau gambaran kebanyakan pasien yang terkena kanker berdasarkan penelitian terdahulu.

"Jadi bukan hal yang paling utama. Kalau menyusui nggak bakal kena kita, nggak begitu. Faktor predisposisi itu suatu keadaan yang kecenderungan tapi bukan berarti kalau dia nggak seperti itu nggak akan kena. Jadi, deteksi dini kanker payudara itu harus," kata dr Shanty kepada HaiBunda beberapa waktu lalu.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK