mom-life

Bolehkah Ibu Hamil Seperti Sarwendah Vaksinasi HPV?

Amelia Sewaka Jumat, 26 Oct 2018 21:00 WIB
Bolehkah Ibu Hamil Seperti Sarwendah Vaksinasi HPV?
Jakarta - Kanker payudara menduduki posisi tertinggi penyebab kematian utama pada perempuan, disusul kanker serviks. Karena itu Bunda harus waspada terhadap kanker servis yang disebabkan Human Pappiloma Virus (HPV). Sama halnya dengan istri Ruben Onsu, Sarwendah.

Sarwendah jadi lebih memperhatikan kesehatan organ intimnya lantaran pengalamannya saat menjenguk dan menjaga sahabatnya Julia Perez. Seperti kita tahu, Jupe terkena kanker serviks dan sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 10 Juni 2016 silam.

"Di situ saya sadar bahwa kita wanita harus sadari dan cegah kanker serviks ini. Saya lihat banget gimana kak Jupe berjuang saat itu melawan sakitnya," tutur wanita yang akrab disapa Wendah ini dalam acara sosialisasi dan edukasi tentang bahaya kanker payudara dan serviks 'Pink Ribbon Campaign' di Mal Ciputra, Grogol Jakarta Barat, pada Jumat (26/10/2018).


Bolehkah Ibu Hamil Seperti Sarwendah Vaksinasi HPV?Foto: Amelia Sewaka
Alasan tersebut juga yang menjadikannya sebagai Duta Kanker Serviks, untuk mengingatkan para wanita agar lebih sadar akan kesehatan organ intimnya. Dan jangan takut untuk periksakan.

Sarwendah pun rajin melakukan suntik vaksin HPV. Nah, karena saat ini ia diketahui sedang hamil, atas saran dokter Sarwendah pun menghentikan vaksinasi.

"Untuk ibu hamil tak disarankan suntik HPV. Dibilang aman atau tidaknya sendiri belum bisa dikatakan, karena vaksin ini belum pernah diuji ke ibu hamil jadi lebih baik hentikan dulu suntiknya untuk ibu hamil," kata dr Venita dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Pada kesempatan yang sama dr Venita bilang sejauh ini memang belum ada kasus tentang efek yang terjadi pada ibu hamil atau ke calon bayinya saat vaksinasi HPV. Terutama jika si ibu nggak tahu kalau dia hamil dan melakukan vaksin.

"Seperti Sarwendah ia harus mengundur jadwal lakukan vaksinnya karena sedang hamil. Setelah melahirkan, cek ke dokter lagi, baru boleh vaksin," tutur dr Venita.
(aml/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi