HaiBunda

MOM'S LIFE

4 Hal tentang Dekompresi yang Bunda Bisa Beritahu ke Anak

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 04 Nov 2018 12:02 WIB
4 Hal tentang Dekompresi yang Bunda Bisa Beritahu ke Anak/ Foto: (Facebook Syachrul Anto)
Jakarta - Penyelam bernama Syachrul Anto meninggal dunia dalam pencarian korban dan puing pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Dilansir detikcom, Syachrul diketahui meninggal pada Jumat (2/11). Dia sempat dibawa ke RSUD Koja setiba di Dermaga JICT Tanjung Priok. Saat dibawa ke RS Koja, kondisi Syachrul sudah tidak sadarkan diri.

Penyebab kematian Syachrul Anto adalah dekompresi, salah satu risiko yang bisa dialami oleh penyelam. Berikut empat hal tentang dekompresi yang Bunda bisa beritahu ke anak.

1. Penyebab dekompresi


Dokter ahli bedah dr Mozart, SpB, mengatakan dekompresi terjadi akibat gas nitrogen dalam tubuh yang tidak bisa dilepas ke lingkungan bebas. Gelembung nitrogen menghambat pembuluh darah dan persendian, yang menyebabkan penyelam merasa kesemutan dan pegal.

"Penyelam harus naik perlahan untuk membebaskan nitrogen dalam tubuhnya. Nitrogen ini dilepas dalam bentuk gelembung seperti yang ada dalam minuman bersoda," kata dr Mozart kepada detikcom.

2. Gejala dekompresi

Dilansir Divers Alert Network, gejala dekompresi meliputi kelelahan yang tidak biasa, kulit gatal, nyeri pada persendian atau otot lengan, kaki atau badan, pusing, vertigo, berdering di telinga, mati rasa, kesemutan, kelumpuhan, dan sesak napas.

Syachrul Anto/ Foto: (Facebook Syachrul Anto)




3. Harus segera dievakuasi

Penyelam yang mengalami dekompresi harus segera melakukan proses evakuasi yakni kembali menyelam sesuai kedalamannya. Penyelam selanjutnya naik perlahan untuk memastikan tidak ada sisa nitrogen dalam tubuh.

4. Ditangani lewat chamber

Penyelam juga bisa dimasukkan dalam chamber (bilik) untuk menuntaskan proses adaptasi tubuh. dr Mozart menjelaskan tekanan dalam chamber akan diatur sesuai lokasi tugas penyelam. Selanjutkan tekanan dikurangi perlahan hingga akhirnya sesuai lingkungan sekitar.

(aci/nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Disalahartikan sebagai Kekurangan

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Chloe Anak Asmirandah Pakai Hanbok di Korea, Seperti Princess Negeri Dongeng

Parenting Nadhifa Fitrina

Kebiasaan Sederhana saat Hamil Ini Disebut Bisa Turunkan Risiko Autisme pada Bayi hingga 30%

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kapan Bayi Mulai Bisa Mengenali Wajah Seseorang yang Familiar?

Parenting Kinan

Ungkapan Hati Shireen Sungkar Besarkan Putrinya Penyandang Autisme

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Disalahartikan sebagai Kekurangan

5 Potret Chloe Anak Asmirandah Pakai Hanbok di Korea, Seperti Princess Negeri Dongeng

Kebiasaan Sederhana saat Hamil Ini Disebut Bisa Turunkan Risiko Autisme pada Bayi hingga 30%

Kapan Bayi Mulai Bisa Mengenali Wajah Seseorang yang Familiar?

Cara Mengenali Orang dengan EQ Tinggi dari Kalimat yang Diucapkan saat Ngobrol

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK