kehamilan
Dampak Operasi Caesar, Benarkah Bisa Sebabkan Asma & Dermatitis Atopik pada Anak?
HaiBunda
Selasa, 17 Feb 2026 21:00 WIB
Tindakan melahirkan dengan operasi caesar sering dikaitkan dengan dampak negatif pada bayi setelah lahir. Beberapa di antaranya mengaitkan dengan reaksi alergi, asma, hingga peradangan pada kulit atau eksem.
Lantas, benarkah operasi caesar bisa memengaruhi kondisi kesehatan bayi? Apa yang perlu ibu ketahui tentang dampak ini?
Simak penjelasan lengkap dari pakar berikut ini!
Kaitan operasi caesar dengan asma dan dermatitis atopik
Kaitan operasi caesar dengan asma dan peradangan kulit pada bayi pernah diteliti oleh para ilmuwan dalam studi yang diterbitkan di Scientific Reports volume tahun 2025. Studi ini dilakukan setelah angka penyakit alergi dan persalinan sesar meningkat di seluruh dunia, Bunda.
Beberapa laporan menggambarkan hubungan antara penyakit alergi dan persalinan caesar. Namun, hubungan antara penyakit alergi dan persalinan ceasar sejauh ini masih dianggap kontroversial.
Nah, untuk membuktikan ada atau tidak kaitan keduanya, tim peneliti menyelidiki hubungan antara persalinan caesar dengan perkembangan mengi dan eksim pada bayi usia satu tahun. Peneliti menggunakan data 104.065 catatan janin dan anak-anak dari Japan Environment and Children's Study (JECS).
Sementara itu, informasi tentang cara persalinan, mengi, eksim, asma, dan dermatitis atopik diperoleh dari transkrip rekam medis dan kuesioner. Peneliti juga memasukkan 74.639 subjek, di mana 18,4 persen menjalani persalinan caesar.
Hasil studi menemukan, anak-anak yang lahir melalui operasi caesar tidak memiliki peningkatan kemungkinan mengalami mengi. Setidaknya, dari 13.756 persalinan caesar, 8057 (10,8 persen) dan 5699 (7,6 persen) merupakan persalinan caesar elektif dan darurat.
Angka kejadian mengi, eksim, asma, dan dermatitis atopik pada bayi yang lahir melalui operasi caesar masing-masing adalah 20,2 persen, 18,1 persen, 2,7 persen, dan 4,2 persen. Sedangkan, angka kejadian pada bayi yang lahir melalui persalinan normal masing-masing adalah 19,5 persen, 19,0 persen, 2,5 persen, dan 4,4 persen.
Dari hasil tersebut, terdapat perbedaan angka kejadian eksim antara kelompok operasi caesar dan persalinan normal. Namun, tidak ditemukan adanya perbedaan angka kejadian mengi, asma, dan dermatitis atopik.
Penelitian ini mempertimbangkan faktor-faktor faktor pengganggu, seperti usia ibu saat kehamilan, paritas, jenis kelamin, usia kehamilan, bayi kecil untuk usia kehamilan, riwayat alergi ibu, kebiasaan merokok aktif dan pasif ibu selama kehamilan, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, status perkawinan, pemberian ASI pada usia enam bulan, kepemilikan hewan peliharaan, dan paparan asap rokok pasif pada bayi setelah lahir.
"Dalam penelitian ini, kami tidak menemukan hubungan antara persalinan casar dan perkembangan mengi serta eksim pada bayi hingga usia satu tahun. Selain itu, anak yang dilahirkan melalui persalinan caesar elektif dan darurat tidak memiliki peningkatan kemungkinan mengembangkan mengi dan eksim pada usia satu tahun setelah disesuaikan dengan faktor-faktor pengganggu," demikian kesimpulan hasil penelitian.
Meski temuan cukup meyakinkan, studi ini tetap memiliki beberapa keterbatasan, yakni:
- Semua hasil didefinisikan dalam tahun pertama kehidupan
- Faktor perancu yang tidak terukur mungkin telah memengaruhi hubungan antara operasi caesar dengan perkembangan mengi dan eksim.
- Peneliti mengevaluasi penyakit alergi menggunakan kuesioner yang dilaporkan sendiri oleh peserta, yang mungkin menyebabkan kurangnya pelaporan mengi dan eksim.
- Tidak ada informasi yang tersedia mengenai luas dan tingkat keparahan mengi dan eksim.
- Persalinan caesar mungkin tidak secara ketat dikategorikan ke dalam kelompok operasi caesar elektif atau darurat dalam data JECS.
"Terlepas dari keterbatasan ini, penelitian kami mengevaluasi data dari studi kohort kelahiran prospektif berskala besar dan nasional, dan oleh karena itu, studi memberikan bukti kuat yang menentang adanya hubungan antara persalinan caesar dan mengi serta eksim pada bayi hingga usia satu tahun. Hal ini mungkin memiliki implikasi klinis dan kesehatan masyarakat yang penting. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi apakah persalinan sesar berperan dalam perkembangan penyakit alergi," kata tim peneliti.
Studi sebelumnya tentang operasi caesar dan sistem imun bayi
Studi sebelumnya yang diterbitkan di Science Translational Medicine pada tahun 2020, pernah membahas tentang hubungan operasi caesar dengan sistem imun bayi. Studi ini memiliki implikasi untuk memahami peran persalinan caesar dalam berpotensi mengubah mikrobiota anak, dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi kesehatan.
Para peneliti menganalisis efek persalinan normal versus operasi caesar selama tahun pertama kehidupan pada 700 anak. Untuk menentukan apakah jenis persalinan menyebabkan gangguan pada mikrobioma, dan apakah hal ini terkait dengan asma, mereka memeriksa sampel tinja anak-anak pada usia satu minggu, satu bulan, dan satu tahun untuk menentukan keanekaragaman dan kematangan mikroba.
Hasilnya ditemukan bahwa persalinan melalui operasi caesar dikaitkan dengan peningkatan risiko asma dan alergi di kemudian hari lebih dari dua kali lipat, serta perubahan signifikan dalam komposisi mikrobiota usus. Namun, pada usia satu tahun, risiko asma berkurang pada anak-anak yang lahir melalui operasi caesar bila mikrobiota usus mereka telah pulih dari gangguan awal dan mulai berkembang secara normal.
"Meskipun seorang anak lahir melalui operasi caesar dan mengalami gangguan mikrobioma dini, hal ini mungkin tidak menyebabkan peningkatan risiko asma bila mikrobioma matang secara memadai sebelum anak usia satu tahun," kata ilmuwan dan penulis pertama studi, Jakob Stokholm, dikutip dari Rutgers.
"Studi kami mengusulkan perspektif untuk memulihkan mikrobioma yang terganggu akibat operasi caesar dan dengan demikian mungkin mencegah perkembangan asma pada anak yang berisiko tinggi," sambungnya.
Demikian studi yang membahas soal hubungan antara operasi caesar dengan asma dan dermatitis atopik pada anak setelah lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Persalinan Caesar Meningkatkan Risiko Alergi pada Bayi, Khususnya Asma
Kehamilan
10 Risiko Penyakit yang Bisa Timbul Setelah Operasi Caesar dan Cara Mengatasinya, Waspadai Bun!
Kehamilan
Vagina Terasa Nyeri meski Melahirkan secara Caesar? Normal kok Bun
Kehamilan
4 Tips Mempercepat Pemulihan Luka Operasi Caesar, Salah Satunya 'Puasa' Seks
Kehamilan
Berapa Jarak Ideal Bunda Hamil Lagi Pasca Operasi Caesar?
5 Foto
Kehamilan
Perjuangan Nita Vior Sambut Anak Pertama, Tunggu Persalinan Pervaginam tapi Akhirnya Caesar
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kematian setelah Operasi Caesar Lebih Tinggi di Negara Berkembang, Ketahui Penyebabnya
Ini Penyebab Ibu Hamil Meninggal setelah Operasi Caesar, Kerap Dialami Bumil di Negara Berkembang
Kelahiran Caesar Naik Drastis di Beberapa Negara, WHO Peringatkan Hal Ini