HaiBunda

MOM'S LIFE

3 Manfaat Business Plan bagi Bunda yang Hendak Buka Usaha

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Selasa, 13 Nov 2018 09:25 WIB
Ilustarasi business plan (Foto: iStock)
Jakarta -
Bunda sedang atau berencana menjalankan usaha? Kalau iya, penting banget buat Bunda membuat business plan lho.
Menurut Indah Hapsari Arifaty, Co Founder Jouska, sebelum memulai bisnis, sebaiknya buat business plan. Dengan membuat business plan, bisnis memiliki tujuan dan hasil yang jelas.
"Business plan itu sebenarnya kayak buku pedoman. Nggak harus yang rumit, tapi at least, saat kita bilang mau berbisnis, bikin dulu tuh yang namanya panduan buat jalani bisnis," kata Indah saat Press Conference Festival Srikandi Nusantara 'Buka Kesempatan untuk Perempuan Indonesia' di Kota Kasablanka, Jakarta, baru-baru ibi.
Lebih jelasnya, Indah menjabarkan 3 manfaat membuat business plan sebelum berbisnis.
1. Sebagai panduan untuk menjalankan bisnis

Ilustrasi business plan (Foto: iStock)
Sebelum berbisnis, kita mesti tahu berapa modal yang akan dikeluarkan dan kapan kita akan balik modal. Balik modal, bukan hanya soal keuntungan yang didapat, tapi bagaimana kita bisa mendapat kembali dana awal yang dikeluarkan.
"Misal, saya mulai dengan modal Rp 20 juta. Buat business plannya, kira-kira akan balik modal dalam berapa bulan. Misal 6 bulan, jadi setiap bulannya harus dapat penghasilan berapa? Misal Rp 5 juta. Nah, jadi setiap jualan ada patokannya," tutur Indah.
Banyak ditemukan, misal pedagang baju, mereka membeli baju sebanyak-banyaknya dengan mindset bila tidak laku bisa disimpan. Atau pedagang makanan, membeli makanan sebanyaknya-banyaknya, saat tidak laku makanannya basi. Ini karena mereka tidak membuat business plan.
"Sebenarnya sesimpel itu business plan. Biar tahu, ini balik modalnya berapa lama, ya bikin business plan," kata Indah.
2. Fokus pada cara mencapai tujuan

Foto: instagram
Business plan akan membantu kita membuat target serta strategi yang jelas dalam berbisnis. Hal-hal kecil pun akan lebih terstruktur dan terukur.
"Misal, saya harus jual dim sum seminggu itu 50 bungkus, berarti berapa kali harus promosi, berapa kali harus posting di instagram, terus harus tag siapa, endorse siapa, itu jadi jelas," ucap Indah.
3. Mengidentifikasi apakah tujuan cukup realistis
Dengan membuat business plan, kita bisa jadi pengusaha yang realistis, tidak mengawang-awang. Misal, modal Rp 20 juta dan ingin balik modal selama 6 bulan. Namun, setelah dihitung-hitung ternyata berat dan baru bisa balik modal setelah setahun. Nah, kita bisa mengetahui hal ini jika sudah punya business plan.
"Jadi bukan cuma kayaknya sih bisa balik segini. Kalau udah punya business plan beda," tegas Indah.



(yun)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan

Mom's Life Azhar Hanifah

7 Potret Rumah Canti Tachril dan Adipati Dolken, Hangat dan Elegan

Mom's Life Amira Salsabila

Bikin Bangga! Cassia Anak Chacha Frederica Menang Lomba Renang, Intip Potretnya

Parenting Annisa Karnesyia

Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara

Menyusui Melly Febrida

Pemilik HP Jadul Terancam Diblokir WhatsApp, Wajib Penuhi Syarat Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan

Bikin Bangga! Cassia Anak Chacha Frederica Menang Lomba Renang, Intip Potretnya

Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara

7 Potret Rumah Canti Tachril dan Adipati Dolken, Hangat dan Elegan

Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Proses Kehamilan, Ini yang Diungkap Studi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK