mom-life

Cerita Ridwan Kamil & Istri Beri Nama Bayi di Pengungsian

Amelia Sewaka Sabtu, 29 Dec 2018 06:56 WIB
Cerita Ridwan Kamil & Istri Beri Nama Bayi di Pengungsian
Jakarta - Mungkin tak pernah terbayang bagi Ridwan Kamil ketika harus memberi nama pada bayi orang lain. Zaidan Kamil Galaputra, adalah nama yang diberikan Gubernur Jawa Barat itu di pengungsian korban bencana tsunami di Pandeglang, Banten.

Jadi ceritanya, Bun, saat menghibur dan menjenguk para pengungsi, tiba-tiba seorang ibu meminta Ridwan Kamil dan sang istri, Atalia Praratya, untuk memberi nama bayi lelakinya yang baru lahir.

"Si ibu berpesan harus ada 'Kamil'nya. Pas gendong si bayi, entah kenapa keingetan sama Zinedine Zidane. Akhirnya namanya, Zaidan Kamil Galaputra. Semoga besarnya jadi pemimpin yang soleh yang membawa kemajuan (Zaidan) dan penolong kaumnya kelak," tulis Ridwan Kamil dalam Instagram-nya.





[Gambas:Instagram]



Hal yang sama juga diunggah Atalia Praratya. Dengan lebih singkat, istri Ridwan Kamil berkata itu adalah sekelumit cerita saat mereka menyampaikan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan logistik dari warga Jawa Barat.

"Atas permintaan orang tua, bayi lucu di pengungsian Pandeglang ini diberi nama oleh kang emil, Zaidan Kamil Galaputra. Semoga jadi anak soleh dan mampu jadi pejuang kebaikan," tulis wanita yang biasa dipanggil 'Si Cinta' oleh Ridwan Kamil.

[Gambas:Instagram]



Wah, ada-ada saja ya, Bun. Ya, namanya juga nge-fans sah-sah aja sih minta nama anak kepada sang idola, seperti ibu yang minta anaknya diberi nama oleh Ridwan Kamil. Tidak masalah sepanjang berarti kebaikan.

Soal memilih nama anak, itu memang hak kita sebagai orang tua. Karena ada doa dan harapan yang tersemat dalam nama anak, pasti dong kita akan memikirkan baik-baik apa arti nama sang buah hati. Nggak heran kalau kita kerap membaca buku-buku kumpulan nama bayi.

"Pikirkan lebih lanjut alasan yang lebih filosofis dalam memberi nama anak. Sehingga, nama itu benar-benar nama yang keluar dari hati, nggak sekadar nama yang keluar gitu aja. Dengan begitu, nama yang kita kasih ke anak bisa jadi koneksi antara orang tua dan anak," kata psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani MPsi, Psikolog, atau akrab disapa Nina.

Kita perlu juga pertimbangkan tentang susah atau tidaknya penulisan dan pengucapan nama anak kita, Bun. Soalnya bisa jadi saking sulitnya nama tersebut, nanti sering salah tulis atau salah ketik.


(aml/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi