moms-life

Infeksi Paru yang Dialami Robby Tumewu Bisa Sebabkan Kematian Anak

Ratih Wulan Pinandu Senin, 14 Jan 2019 13:26 WIB
Infeksi Paru yang Dialami Robby Tumewu Bisa Sebabkan Kematian Anak
Jakarta - Sahabat berduka atas kepergian aktor dan desainer, Robby Tumewu. Salah satunya, Debby Sahertian, yang mengungkap penyebab meninggalnya Robby pada Senin (14/1/2019), di usia 65 tahun.

Dilansir detikcom, Debby mengatakan bahwa Robby menderita stroke sejak 2010 silam. Namun ternyata, justru infeksi paru yang menjadi penyebab meninggalnya pria kelahiran Bandung itu, Bun.

"Beliau itu kan sudah tiga kali pecah pembuluh darahnya dari 2010, tapi meninggalnya karena sakit infeksi paru-paru," beber Debby Sahertian.



Debby mengenang pertemuan terakhirnya bersama mendiang pada Desember 2018 lalu. Saat itu, Debby dan para pemain film Lenong Rumpi menjenguk Robby, yang berulang tahun pada 4 Desember, sekaligus untuk merayakan Natal. Diceritakan Debby, Robby sudah terbaring lemas, Bun.

"Karena beliau kan sudah nggak bisa diajak bicara, dia juga nggak ingat lagi dengan kita. Karena kan pembuluh daranya sudah pecah ya," imbuhnya.

Berbicara mengenai infeksi paru, ternyata sangat banyak jenisnya, Bun. Di antaranya ada pneumonia, tuberkulosis, influenza dan lainnya. Sedangkan yang sedang marak dibicarakan belakangan ini yaitu pneumonia, Bun. Seperti kita tahu, Stan Lee dan ibunda Ayu Dewi juga mengidap penyakit yang sama.

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru dan membuatnya terisi cairan, sehingga menyebabkan peradangan. Gejalanya dapat dilihat jika anak-anak sering mengeluhkan sakit kepala, kelelahan dan demam ringan.

Pneumonia juga bisa bisa terjadi pada anak-anak lho, Bun. Seperti dialami anak kedua Kim Kardashian, Saint West, yang divonis pneumonia pada akhir 2017 lalu. Banyak orang tua yang terlambat menyadari anaknya terkena pneumonia karena gejala awalnya tidak jelas. Pada beberapa kejadian, penyakit tersebut baru diketahui saat kondisinya sudah parah.

Segera bawa si kecil ke dokter ya, Bun, jika mereka terus mengeluhkan sakit tenggorokan, hidung tersumbat, diare, kehilangan napsu makan dan lemas. Jangan abaikan keluhan di atas, karena pneumonia dapat menyebabkan kematian, Bunda.

Dilansir CCN Indonesia, pneumonia merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami balita di seluruh dunia. Berdasarkan laporan UNICEF pada 2015 lalu, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan tingkat kematian balita akibat pneumonia tertinggi. Data per 2015, disebutkan jika ada 147 ribu balita yang meninggal akibat pneumonia.

"Persentase kematian balita di Indonesia itu mencapai 14 persen," kata Cissy B. Kartasasmita, Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUP/RSHS Bandung, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Itu artinya, setiap dua - tiga jam, ada balita yang meninggal akibat pneumonia di Indonesia.

(rap/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi