mom-life

Penjelasan Psikis Perginya Mulan Jameela Usai Sidang Ahmad Dhani

Radian Nyi Sukmasari Rabu, 06 Feb 2019 21:10 WIB
Penjelasan Psikis Perginya Mulan Jameela Usai Sidang Ahmad Dhani
Jakarta - Selama ini, Mulan Jameela selalu memberi dukungan untuk sang suami, Ahmad Dhani, terkait kasus ujaran kebencian. Termasuk saat vonis Ahmad Dhani dibacakan, Mulan ada di sisi suaminya. Tapi, Mulan langsung pergi, Bun, saat mendengar putusan Dhani untuk langsung ditahan.

"Sebelum sidang kita nunggu di cafe, ngobrol-ngobrol, justru yang menenangkan dia, jadi dia bilang tenang-tenang nggak akan, ini masih panjang prosesnya. Kalau secara alur hukum saya nggak ngerti," ungkap Mulan Jameela dilansir detikHot.

Di situlah Mulan tak kuat melihat Ahmad Dhani. Ia memutuskan langsung ke luar ruang sidang. Kata Mulan, semua orang yang ada di sana juga bilang supaya dirinya tenang karena nggak akan ada apa-apa.

Tapi saat pembacaan vonis dan Ahmad Dhani langsung ditahan, Mulan mengaku nggak berani melihat wajah sang suami. "Jadi saya langsung ninggalin Mas Dhani, keluar dari ruang pengadilan, nggak sanggup lihat mukanya Mas Dhani kayak gimana," ucapnya sambil terisak.

Kata Mulan, dirinya hanya menyaksikan di tayangan TV. Itu pun dia baru melihatnya karena kemarin-kemarin Mulan nggak berani melihat wajah Dhani.

Mulan JameelaMulan Jameela/ Foto: Veyninda Pardede
"Saya berusaha tenang dan kuat karena kan mikirin anak-anak. Terus saya temenin ke Rutan Cipinang," tutur Mulan Jameela.


Hmm, Bunda juga pernah melakukan atau melihat seseorang membuat respons seperti itu saat menghadapi sesuatu? Menurut psikolog klinis dewasa dari Psychological Service Centre and Laboratory Bina Nusantara University, Pingkan Rumondor, secara umum, kalau seseorang menghadapi stressor yang tinggi, ada tiga respons, Bun.

"Yaitu flight (pergi dari situasi), fight (melawan), atau freeze (diam saja, bahkan tidak bisa gerak atau merespons)," ujar Pingkan, saat berbincang dengan HaiBunda.

Yang terjadi pada Mulan Jameela, dia menunjukkan respons flight, Bun. Kata Pingkan, data dari riset soal relasi menyebutkan emosi intens yang dialami bisa mereda sekitar 20 - 30 menit kemudian. Saat itu, seseorang sudah bisa lebih tenang.

"Salah satu faktor yang memengaruhi seberapa cepat meredanya emosi intens adalah kemampuan si individu dalam mengelola emosi. Misalnya, kalau dia terampil menggunakan teknik relaksasi, seperti mindful breathing, maka bisa lebih cepat tenang," pungkas Pingkan.



[Gambas:Video 20detik]

(rdn/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi