mom-life

Air Mata dan Curahan Hati Ibunda Ceritakan Keseharian Della Perez

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 07 Feb 2019 12:03 WIB
Air Mata dan Curahan Hati Ibunda Ceritakan Keseharian Della Perez
Jakarta - Air mata jatuh dari pelupuk mata Sri Wulansih. Air mukanya keruh sambil terbata mengatur napasnya yang mulai tersengal. Ibunda almarhumah Julia Perez itu tak kuasa menahan tangis. Kali ini, dia tak sedang meratapi kepergian si sulung.

Beberapa hari belakangan, pikirannya kelu gara-gara si bungsu, Della Wulan Astreani atau lebih populer disapa Della Perez. Ya, Della terseret kasus prostitusi online. Orang tua mana yang tak khawatir saat mendengar buah hatinya dikabarkan masuk dalam bisnis pramuria.

"Enggak, mama yakin Della nggak kenapa-napa karena 100 persen di hati Mama sebagai orang tua, Mama yakin nggak akan terjadi apa-apa," ungkapnya terbata, saat berbincang dengan Insertlive di Gor Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.



Beberapa kali, Sri nampak menghapus air matanya. Wanita 55 tahun itu berusaha tegar menahan tangis meski napasnya mulai naik-turun tak beraturan. Sebagai orang tua, hati kecilnya yakin jika si bungsu tak terlibat prostitusi online. Sri merasa yakin betul karena mengetahui keseharian Della. Meski kini Della sudah dewasa, namun masih sering menghabiskan waktu bersamanya.

Sejak panggilan Polda Jatim tersiar, tak dipungkiri jika beberapa hari belakangan keluarga mereka ikut dibuat gundah. Maklum saja, meski masih berstatus sebagai saksi namun pandangan masyarakat sudah kadung miring menilainya.

Air Mata dan Curahan Hati Ibunda Ceritakan Keseharian Della PerezSri Wulansih menangisi Della Perez/ Foto: Insertlive
"Mama nangis, baru saat ini keluar. Dua hari mama nangis mikirin dia. Della pun nangis sampai mau berangkat nangis. 'Della jangan nangis, nanti mama nangis. Della harus lihat kakak kamu almarhum orangnya selalu tegar. 'Tapi Mama, Della nggak bisa'. Namun, kalau Mama sedih ngikutin hawa nangis, nanti gimana anak-anak ikut sakit makanya dari kuburan (makam Julia Perez) tadi ikut keluar," terang Sri.

Tak hanya kesedihan yang dirasakan ibu empat orang anak itu. Rasa kecewa pun membuncah karena tuduhan yang dialamatkan pada Della. Namun, sebagai warganegara yang baik, Sri tetap meminta Della untuk patuh pada aturan hukum. Saat ini, yang bisa dia lakukan hanya memberi dukungan untuk buah hatinya.

Keyakinan itu tetap ada di dalam hatinya. Menurutnya, dia akan bicara apa adanya tentang anak-anaknya. Ia tak akan menutupi salah atau benar perbuatan yang dilakukan buah hatinya.

"Mama sedih, anak Mama si Della nggak mungkin, Mama yakin tahu persis kesehariannya sama Mama. Pergi kemana-mana minta uang sama Mama, kalau nggak sama Abi. Uang bensin, uang jajan. Saya yakin Della nggak mungkin. Mama kenapa berkeyakinan? Kalau anak mama salah, mama nggak akan tutup-tutupin. Kalau benar akan mama bilang benar, ya Allah," kata Sri tersedu.

Air mata yang dari tadi ditahannya, tak mampu lagi dibendung. Pertahanannya runtuh, mengingat perjuangannya membesarkan anak-anaknya. Setelah kepergian dua anaknya, Julia Perez dan Erick Wijaya, kini harapan digantungkan hanya pada Nia Anggia dan Della Perez.

Dia berikan kepercayaan penuh pada Nia, yang kini tinggal bersama Della. Menurutnya, sebagai kakak, Nia pun tak longgar dan asal dalam memberlakukan aturan untuk adiknya itu. Makanya, hingga kini dia masih tak percaya kalau Della terlibat dalam prostitusi online.

Air Mata dan Curahan Hati Ibunda Ceritakan Keseharian Della PerezDella Perez/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
"Bahkan dia tinggal masih sama kakaknya, si Nia strength banget (Della) pulang malam diomelin. Nggak mungkin, Mama tau persis si Della. Mama dari kecil ngajarin anak-anak Mama, contohnya almarhum. Sesusah-susahnya hidup kita semua, nggak mungkin. Apalagi yang dilakukan Della seperti yang disangka orang. Ya Allah," lanjutnya sambil terisak.

Ke depan, wanita yang aktif bermain voli ini berharap agar Della mampu menjaga diri. Setidaknya, setelah kejadian ini, Della mampu memilih teman agar tak masuk ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Seberat apapun masalah yang dihadapi anak, akan terasa jauh lebih ringan ketika ada dukungan dari orang tua. Dukungan orang tua bisa dalam bentuk nasihat dan memberikan kata-kata yang menenangkan, saat anak menjadi korban bully oleh lingkungan sekitarnya.

Tonton video: Della Perez Kaget Namanya Dijual Rp 30 Juta oleh Muncikari

[Gambas:Video 20detik]



Seperti diungkap psikolog anak dan remaja, Yasinta Indrianti MPsi dari EduPsycho Research Institute, anak yang menjadi korban bully biasanya akan berimbas pada hilangnya rasa percaya diri. Sehingga, mereka susah menerima dirinya sendiri.

Dalam kondisi seperti itu, yang orang tua perlu lakukan adalah menjadi pendengar yang baik. Dengarkan dulu, apa yang menjadi inti permasalahan sebenarnya. Jangan terburu-buru menghakimi dan menyalahkan anak meski pandangan masyarakat menyudutkan mereka.

"Ketika kita menerima dan mendengarkan anak, maka anak pun akan merasa aman di dekat kita dan membuat anak jadi lebih mudah mengeluarkan isi hatinya. Kita pun bisa lebih mudah masuk ke anak," terang Sinta.

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi