Sign Up search

mom-life

5 Langkah Mengubah Rasa Sakit Saat 'Ehem' Jadi Lebih Nyaman

Yuni Ayu Amida Rabu, 06 Mar 2019 20:01 WIB
5 Langkah Mengubah Rasa Sakit Saat 'Ehem' Jadi Lebih Nyaman
Jakarta - Rasa sakit akibat 'ehem' tidak hanya terjadi saat malam pertama. Beberapa wanita bahkan sering merasakan sakit setiap kali berhubungan intim. Hal ini pastinya bisa mengganggu suasana ranjang ya, Bun.

Menurut psikoterapis seks Vanessa Marin, nyeri saat berhubungan intim dapat disebabkan sejumlah faktor. Penyebab paling sering dari seks yang menyakitkan adalah kurangnya cairan pelumas atau lubrikasi.


"Seks sangat ketat pada bagian-bagian tubuh wanita, dan kita bisa mengalami radang, robek, dan memar jika vagina tidak dilumasi dengan baik," kata Marin, seperti dilansir Bustle.


Lebih lanjut, kata Marin, rasa tidak nyaman saat berhubungan intim juga bisa disebabkan faktor seperti infeksi yang ditularkan secara seksual, fibroid, endometriosis, dan kista. Atau karena adanya kondisi nyeri seksual seperti vaginismus atau dispareunia. Kalau sudah menyangkut hal tersebut, Marin menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

"Melakukan pemeriksaan menyeluruh dapat membantu mengidentifikasi penyebab rasa sakit, atau memberi ketenangan pikiran bahwa tidak ada yang salah secara fisik," jelas Marin.

Marin pun memberikan tips untuk Bunda dalam mengatasi rasa sakit saat berhubungan seks, yaitu:

1. Beri waktu untuk foreplay

5 Langkah Mengubah Rasa Sakit Saat 'Ehem' Jadi Lebih NyamanFoto: Istock

Kebanyakan wanita terburu-buru melakukan hubungan intim sebelum tubuh mereka merasa 'panas' alias siap untuk benar-benar melakukannya. Dengan kata lain, foreplay belum maksimal. Untuk itu, Marin bilang sebisa mungkin luangkan waktu setidaknya 15-20 menit untuk pemanasan atau foreplay. Terlebih, dengan foreplay wanita bisa lebih rileks.

Dikutip dari detikcom, terapis psikoseksual Dr.Ruth Westheimer, EdD, mengatakan bahwa wanita memerlukan waktu lama untuk mencapai orgasme.

"Untuk wanita sangat penting mendapatkan foreplay karena wanita butuh waktu lebih lama daripada pria untuk mendapatkan gairah bercinta hingga bisa mencapai orgasme. Dengan foreplay, klitoris bisa ikut berkontraksi," jelas Westheimer.

2. Beri rangsangan pada klitoris

Banyak wanita tampaknya berpikir bahwa mereka merasakan kesenangan hanya dari penetrasi. Penetrasi bisa terasa menyenangkan, tetapi klitoris memegang sebagian besar ujung saraf kita. Minta pasangan untuk menyentuh atau memberi rangsangan pada klitoris selama foreplay. Baik Bunda maupun Ayah dapat dengan lembut membelai klitoris saat melakukan hubungan intim.

3. Lakukan eksperimen

"Coba lakukan hal berbeda dengan pasangan dan bicarakan apa yang Anda ingin lakukan dan tidak sukai. Mencoba posisi baru, berhubungan intim di tempat baru, atau hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan," papar Marin.

4. Gunakan pelumas

Marin menyarankan untuk menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Khususnya jika Bunda mengalami kekeringan vagina.

"Saya sangat merekomendasikan menggunakan pelumas saat berhubungan seks, bahkan jika Anda tidak berpikir membutuhkannya. Ini benar-benar bisa menjadi game-changer," tutur Marin.

Namun, jika sudah menggunakan pelumas Bunda tetap merasakan sakit, Marin menyarankan untuk konsultasi ke dokter.


5. Bersikap jujur

Jika Bunda merasa sakit saat berhubungan seks, sangat penting untuk menghormati sinyal yang dikirim dan dihentikan tubuh. Jangan mengabaikan rasa sakit ya, Bun. Minta sedikit istirahat pada pasangan lalu coba bernapas perlahan dan dalam. Tenang, Bunda dan Ayah dapat terus mencium dan menyentuh satu sama lain.

"Jika merasa ingin mencobanya lagi, minta pasangan untuk bertindak lambat dan mencoba posisi yang berbeda. Istri juga dapat mencoba berada di posisi atas (woman on top) sehingga memiliki kendali atas kedalaman, sudut, dan kecepatan penetrasi," tutur Marin.

[Gambas:Video 20detik]

(yun)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi