mom-life

Tangis Penuh Sesal Sandy Tumiwa Kala Cium dan Peluk Kaki Ibunda

Ratih Wulan Pinandu Selasa, 05 Mar 2019 20:03 WIB
Tangis Penuh Sesal Sandy Tumiwa Kala Cium dan Peluk Kaki Ibunda
Jakarta - Sandy Tumiwa tak kuasa menahan tangis saat bertemu ibundanya, Amalia Nurshanty. Mengenakan seragam tahanan berwarna oranye, pria 37 tahun ini menangis sesunggukkan di hadapan sang ibu.

Bukan peluk atau cium yang pertama kali dilakukan, Sandy Tumiwa langsung bersimpuh memeluk kaki Amalia. Dia benar-benar ingin mencium kaki sang bunda, setelah tertangkap karena kepemilikan narkoba pada Jumat (1/3/2019).

Tangisnya pecah, Bun. Ayah dua anak itu tersedu-sedu sambil melepas sepatu ibunya. Tak terucap kata apapun, selain tangis yang semakin membuncah. Kedua tangannya yang terborgol, berusaha meraih kedua kaki sang ibu untuk langsung diciumnya. Hal itu dilakukan Sandy sebagai bukti penyesalan dan maaf pada orang tuanya.



Melihat tangis Sandy, Amalia pun kepayahan menahan air mata. Perempuan berhijab itu hanya mampu mengucap beberapa kata seraya menepuk-nepuk punggung sang anak.

"San-san, Mudah-mudahan kamu berubah ya. Benar-benar berubah ya, Nak. Dari niat kamu ya, Nak," ungkap Amalia, dikutip dari InsertLive.

Hatinya terasa perih melihat Sandy duduk sebagai pesakitan. Diakui Amalia sangat kaget melihat kenyataan Sandy terjerat barang haram. Bahkan, dia tak menyangka jika putranya akan masuk penjara untuk kedua kalinya.

Amalia mengatakan, dia sampai jatuh sakit kala mengetahui kebenaran kabar sang anak kesayangan. Kedekatan batin antara ibu dan anak, membuat Amalia merasa ikut merasakan perasaan Sandy kala harus terjerat kasus hukum lagi. Sedikit nasihat, Amalia berpesan agar Sandy dapat berubah.

"Mama kepingin masa depan kamu bagus, cerah ya, Nak. Kamu harus kuat mental ya, Nak," tutup Amalia, sebelum Sandy digiring kembali ke dalam sel.

Tangis Penuh Sesal Sandy Tumiwa Kala Cium dan Peluk Kaki IbundaSandy Tumiwa tertangkap narkoba/ Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom
Amalia menilai Sandy Tumiwa tidak memiliki mental yang kuat, sehingga terjerumus dalam kasus narkoba. Seperti ulasan Psychcentral, beberapa anak yang terlibat dalam kasus obat terlarang karena tidak tahu cara lain untuk menyesuaikan diri. Anak-anak yang kesepian atau merasa tidak diterima dalam sebuah kelompok, sangat rentan terjerat narkoba.

Selain itu, ada orang yang sengaja memakai narkoba untuk mengobati dirinya sendiri. Tak sedikit orang merasa lebih baik setelah mencoba ganja di sebuah pesta. Mereka akan merasakan ketagihan akibat sensasi tenang dan lega setelah mengonsumsinya. Kecemasan tinggi dan depresi yang tidak segera diobati, dapat menjadi pintu pertama untuk menyentuh obat-obatan terlarang.


Untuk mencegah hal tersebut menimpa anak-anak, baiknya Ayah dan Bunda lakukan pendekatan pada mereka. Sering luangkan waktu untuk mengajaknya bicara ya, Bun.

[Gambas:Video 20detik]

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi