mom-life

Penyesalan Sandy Tumiwa pada Istri Tercinta karena Kasus Narkoba

Radian Nyi Sukmasari Minggu, 03 Mar 2019 11:01 WIB
Penyesalan Sandy Tumiwa pada Istri Tercinta karena Kasus Narkoba
Jakarta - Sandy Tumiwa kedapatan menggunakan narkoba jenis shabu. Atas perbuatannya itu, Bun, kini Sandy harus berurusan dengan hukum. Sudah pasti, apa yang terjadi pada Sandy membuat sang istri, Vivi, kaget, sedih, dan enggak menyangka. Namun, penyesalan dihaturkan Sandy pada istri sirinya itu.

"Aku lihat raut menyesal ada, nangis juga. Dia minta maaf sama aku," ujar Vivi seperti dilanir InsertLive. Ya, karena sebelumnya Sandy bilang pada Vivi sedang ada pekerjaan di luar kota, Bun.

"Ternyata kayak gini kejadiannya. Dia mengakui udah bohongi aku dan sudah menyesali perbuatannya, dan mengakui sudah berbohong sama aku," lanjut Vivi yang mengakui baru kali ini suami sirinya itu berbohong padanya.


Dalam kesempatan sama, kuasa hukum Sandy Tumiwa, Chrisan Mukti menuturkan awalnya Sandy baru karaoke di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Kebetulan Vivi juga ikut. Setelah bubar, Vivi pulang lebih dulu.



Dikatakan Chrisna, saat itu ada teman Sandy yang baru bercerai dan mengajaknya menggunakan sisa shabu. "Kalau keterangan penyidik (Sandy kena shabu) semenjak dari mulai ngadepin masalah yang sebelumnya," tambah Chrisna.

Sandy TumiwaSandy Tumiwa (Foto: Veynindia Esaloni Pardede/detikHOT)
Penyesalan memang lumrah dimiliki seseorang setelah melakukan kesalahan ya, Bun. Terlebih kesalahan yang dilakukan suami pada sang istri. Pastinya ada perasaan bersalah dan menyesal secara mendalam yang dialami pria. Disampaikan psikolog Tom Gilovich, pada dasarnya penyesalan dan rasa bersalah bisa terjadi dalam jangka pendek dan panjang.



Dalam paper-nya, Emotional, Gilovich dan rekan menunjukkan ada dua perasaan menyesal yang bisa terjadi yakni jangka pendek (dengan kadar tak terlalu berat) dan jangka panjang (dengan kadar cukup berat). Kata Gilovich, penyesalan jangka pendek lebih dipengaruhi nilai diri seseorang yang seharusnya.

Sedangkan, penyesalan jangka panjang lebih disebabkan nilai ideal diri seseorang. Contohnya, Bun. Ketika kita harusnya mengucapkan selamat ulang tahun ke teman tapi lupa, kita bisa mengucapkannya esok hari dan memberi hadiah. Nah, ini terkait dengan apa yang mestinya kita lakukan bukan? Sehingga, penyesalan hanya terjadi jangka pendek dan ketika kesalahan ditebus, semuanya selesai.

"Tapi ketika kita berpikir harus menjadi seseorang yang seperti apa bagi seseorang tapi kita tak bisa melakukannya atau justru melakukan hal keliru, penyesalan akan terasa amat mendalam. Ya, walaupun bisa dilakukan perbaikan. Namun, penyesalan biasanya lebih membuat sedih," kata Gilovich seperti dikutip dari Quartz at Work.

[Gambas:Video 20detik]



(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi