moms-life

Pelajaran soal Move On dari Cerita Pernikahan Lea Michele

Annisa Karnesyia Kamis, 14 Mar 2019 09:00 WIB
Pelajaran soal Move On dari Cerita Pernikahan Lea Michele
Jakarta - Lea Michele, bintang utama drama remaja Glee baru saja menikah dengan kekasihnya, Zandy Reich, Sabtu (9/3/2019). Dari kisah pernikahan Michele, ada pelajaran tentang move on yang bisa diambil, Bun.

Pernikahan romantis di Northern California itu diadakan tertutup hanya untuk keluarga dan teman terdekat. Dikutip dari People, Michele mengungkapkan kebahagiaannya menikah dengan sang kekasih setelah dua tahun berpacaran.

"Kami sangat senang bisa menikah dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman," kata Michele.


"Dari semuanya, kami paling bahagia bisa menghabiskan sisa hidup bersama," sambungnya.

Sebelum menikah, Michele telah membagikan kabar pertunangan dirinya pada 29 April 2018 melalui akun Instagram miliknya, @leamichele.

[Gambas:Instagram]

Dalam postingannya, wanita berusia 32 tahun itu memperlihatkan cincin pertunangan dengan keterangan 'Ya'. Cerita menarik selama prosesi pernikahan juga diceritakan Michele yang sempat tidak percaya jika dirinya telah menikah.

"Hal pertama yang aku ucapkan padanya (Reich) adalah untuk berhenti bercanda karena aku masih kaget. Semua orang bilang ini terjadi dengan cepat, kami terdiam dan seperti tidak percaya, 'Apa? Kita sudah bilang yes? Ini benar-benar terjadi?'," ujar Michele.

Bagi Lea Michele, menikah adalah suatu hal luar biasa yang terjadi di hidupnya pasca tragedi menyedihkan saat kekasihnya dulu, Cory Monteith meninggal akibat overdosis tahun 2013. Sejak saat itu, kehidupan Michele berubah dan hari-harinya hanya diisi dengan kesedihan. Sampai akhirnya dia menemukan pengganti yang membuatnya bisa melanjutkan hidup.


Menjalani hidup seperti Lea Michele memang tidak mudah ya, Bun. Menurut Susan Quilliam, psikolog dan terapis dari Inggris, tidak mudah melupakan mantan kekasih yang meninggal dunia. Ini karena kematian itu berbeda. Mungkin kita bisa memulai hidup yang baru dan move on, tapi ada kemungkinan kita tidak bisa sepenuhnya pulih.

"Kita pasti menduga kesedihan akan terjadi karena itu adalah emosi yang wajar. Rasanya mungkin melebihi atau hampir sama dengan kehilangan karena diabaikan atau putus cinta," kata Quilliam.

Biasanya kesedihan yang paling sulit hilang adalah rasa kesepian. Saat kekasih meninggal untuk selamanya, kekosongan hidup karena sudah tidak ada pendamping jadi hal sulit untuk dilupakan. Cara paling mudah untuk menenangkan diri sendiri saat itu adalah berbicara dengan teman atau orang terdekat.

"Mencari pengganti kekasih yang telah meninggal bisa membantu mengurangi kesedihan dan kesepian dengan menganggap mereka sebagai teman bicara," ujar Quilliam.


Melansir American Psychological Association, move on dengan perlahan-lahan untuk menentukan arah dan tujuan hidup adalah hal lain yang bisa dilakukan saat kehilangan orang tercinta. Jangan lupa juga untuk mencintai diri sendiri dengan memperhatikan kebutuhan. Jangan karena kehilangan dan kesedihan, kita jadi lupa untuk beristirahat, makan, dan melakukan kegiatan dasar lainnya.

Jika merasa tidak kuat dengan kesedihan dan emosi yang tidak stabil, mungkin datang ke psikolog bisa membantu mengatasi perasaan dan menemukan kembali tujuan hidup.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi