sign up SIGN UP search


moms-life

7 Cara Cepat Move On dari Suami Selingkuh

Azhaar Savira Senin, 30 Nov 2020 11:41 WIB
Boyfriend and another woman grab hands from behind together without sight of his girlfriend.. Paramour and divorce concept. Social problem and cheating couples theme. Teen adult and University theme. caption

Rumah tangga yang harmonis tentu dambaan setiap keluarga ya, Bunda. Pasangan suami istri pasti selalu berusaha menjaga keutuhan rumah tangga.

Tapi, perlu Bunda ketahui bahwa pasangan suami istri enggak selalu harmonis nih. Ada saja tantangan dan rintangan yang harus dilewati, agar dapat menjadi keluarga yang utuh.

Bunda jangan salah, bukan pernikahan yang sudah bertahun-tahun saja yang bisa dilanda konflik. Pernikahan seumur jagung pun dapat terkena konflik lho.


Konflik yang terjadi bisa bermacam-macam, tergantung keadaan saat Bunda menjalani pernikahan dengan suami. Salah satu konflik yang kerap terjadi yaitu perselingkuhan.

Selingkuh bisa dilakukan istri maupun suami nih. Jika suami selingkuh, tentu membuat hati Bunda gelisah dan takut. Bisa jadi takut suami lebih memilih selingkuhannya ketimbang Bunda. Apalagi jika suami selingkuh dengan teman Bunda sendiri.

Seperti cerita Maria, 49 tahun dari Toronto, yang dilansir Global News. Maria tidak mengetahui suaminya selingkuh selama 15 tahun, dari 23 tahun pernikahan mereka.

Maria mengetahui perselingkuhan itu, setelah suaminya mengaku kepada seorang teman Parahnya, perselingkuhan itu terjadi dengan orang yang berbeda-beda.

Dari cerita Maria, Bunda pasti bertanya-tanya, bagaimana caranya agar dapat move on dengan cepat ketika suami selingkuh ya? Berikut beberapa caranya, dikutip dari Huffpost.

1. Berhenti Merasa Teraniaya

Mulai sekarang, jika Bunda ingin mengetahui cara cepat move on ketika suami selingkuh, coba untuk tidak mengatakan hal ini ya. Berhenti mengatakan pada diri sendiri bahwa Bunda dianiaya.

Perkataan itu bisa membuat pikiran Bunda semakin kacau. Bunda pun terus memikirkan mantan suami, serta perselingkuhan yang dibuat oleh suami Bunda.

Jadi, fokuslah pada apa yang telah Bunda rencanakan untuk masa depan. Jalani kehidupan baru yang bebas dari perselingkuhan.

2. Terima Kalau Pernikahan Telah Berakhir

Caroline Madden, seorang terapis pernikahan dan penulis, mengatakan, "Berhentilah berdebat tentang perselingkuhan. Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi".

Artinya, ketika Bunda sudah memilih untuk mengakhiri pernikahan setelah suami selingkuh, jangan menyesal apalagi ingin kembali lagi ya, Bunda.

Setelah Bunda membuat keputusan itu, berkomitmenlah untuk meninggalkan suami selingkuh.

3. Berhenti Membenci Selingkuhan

Bunda dapat mencoba cara berikutnya nih, berhentilah membuang-buang waktu untuk membenci suami selingkuh dan selingkuhannya. Ini hanya akan membuat Bunda semakin memikirkannya.

Lebih baik cobalah untuk menerima keadaan. Terima bahwa memang suami Bunda sudah tidak setia.

“Ketika membuang-buang energi untuk memikirkan pasangan selingkuhannya, Anda terjebak untuk membandingkan diri sendiri dengannya, lalu membenci diri sendiri.” kata Madden.

4. Sebaiknya jangan Beritahu Anak-Anak

Langkah selanjutnya, jangan beri tahu anak-anak yang masih kecil ya, Bunda, tentang perselingkuhan suami. Jika memberitahu mereka, itu sama aja Bunda melibatkan masalah dewasa yang nantinya akan mengancam psikologisnya.

Menceritakan hal ini saat umur si anak belum mencukupi, rasanya kurang tepat. Sebaiknya tunggu ketika mereka sudah lebih dewasa.

Tentu nanti saat dewasa, anak-anak Bunda juga akan bertanya-tanya sendiri tentang pernikahan, serta apa yang sebenarnya terjadi pada Bunda dan suami.

5. Jangan Mengisolasi Diri Sendiri

Bunda sebaiknya jangan terlalu bersedih sampai menyendiri mengurung diri. Itu enggak baik lho, Bunda.

Bunda bisa menghubungi teman yang dipercaya untuk menumpahkan segala keluh kesah. Tanamkan dalam diri bahwa Bunda tidak sendiri ketika menjalani permasalahan.

Kalau sedang tidak bisa bertemu teman, bisa curhat via online saja, Bunda. Curhat dalam forum pernikahan juga bisa menjadi pilihan.

6. Temukan Kembali Diri Sendiri

Ketika merasa sedih, Bunda dapat mengeksplorasi hobi dan minat. Ubah kesedihan menjadi energi untuk melakukan hal positif.

Pikirkan tentang apa yang membuat Bunda merasa percaya diri. Baik itu memasak, mengikuti kelas dansa, atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman-teman.

7. Jangan Biarkan Sang Mantan Mencuri Kegembiraan

Cara yang terakhir nih. Bunda harus pandai-pandai dalam menyikapinya ya, jangan biarkan mantan suami mencuri kebahagiaan yang telah diraih.

Mungkin untuk mencapai kebahagiaan itu, Bunda harus bersusah payah terlebih dahulu. Nah, untuk itu jangan mudah menyerah dalam mempertahankan apa yang telah Bunda capai ya.

Bisa jadi kebahagiaan itu berupa sukses dalam pekerjaan atau menemukan pasangan baru. Di saat itu, teruslah jaga agar si mantan suami yang selingkuh enggak bisa mencuri kebahagiaan Bunda ya.

Simak juga video hikmah perceraian di mata Kirana Larasati:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Biaya Sekolah
(kuy/kuy)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!