moms-life

Kisah Al Ghazali Gantikan Posisi Sang Ayah sebagai Kepala Keluarga

Annisa Karnesyia Jumat, 29 Mar 2019 14:02 WIB
Kisah Al Ghazali Gantikan Posisi Sang Ayah sebagai Kepala Keluarga
Jakarta - Semenjak Ahmad Dhani dipenjara, banyak perubahan yang terjadi di keluarga besarnya. Salah satunya, anak sulung Dhani dari pernikahannya dengan Maia Estianti, Al Ghazali.

Dikutip dari InsertLive, Al menceritakan keadaan sang ayah yang sempat sakit. Ia pun ikut membantu urusan Dhani dengan mendukung dan menjenguknya di Rutan Madaeng Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kondisinya sempat sakit dan diinfus, kebetulan nanti tanggal 31 Maret, aku bantu kampanye deklarasi ayah di Jawa Timur sekalian jenguk. Kita semua sering doa dan bantu support, saat ini kita lagi usahakan untuk penangguhan penahanan," kata Al.


Sebagai anak pertama, sekarang Al memiliki tanggung jawab baru untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai kepala keluarga. Meskipun bukan sebuah beban, dia sadar betul tugasnya untuk memantau keadaan adik-adiknya sambil sesekali menjenguk sang ayah di penjara.

"Yah, sebagai anak pertama enggak beban juga. Cuma memang itu jadi salah satu tanggung jawab saya," ujar Al.


Menjadi anak pertama seperti Al memang memiliki tanggung jawab yang berbeda di keluarga ya, Bun. Psikolog anak, Dr.Rachel Andrew mengatakan bahwa cara pikir anak pertama dipengaruhi oleh orang dewasa yang mereka lihat. Andrew yakin anak pertama memang lahir dengan rasa tanggung jawab.

"Rasa tanggung jawab anak sulung bisa terlihat lebih menonjol dibanding anak seumurannya," kata Andrew, melansir dari Independent.

Dalam mendapatkan perhatian dan diterima di masyarakat, anak sulung harus bekerja keras dan dalam prosesnya akan belajar tanggung jawab. Inilah yang terkadang membuat anak jadi depresi saat dewasa. Saat merasa sudah bekerja keras tapi gagal, mereka cenderung merasa marah pada dirinya sendiri.

Tanggung jawab dan tekanan menjadi anak pertama saat peran orang tua hilang dalam hidup juga dapat membangun rasa kepemimpinan pada seorang anak sulung, Bun. Karena mereka sudah terlatih sejak kecil untuk menghadapi tekanan secara ambisius.

"Anak sulung cenderung fokus pada loyalitas keluarga dan pencapaian tradisional. Oleh sebab itu, dia seringkali dianggap sebagai anak yang lebih patuh dan bertanggung jawab dalam keluarga," ujar penulis buku The Sibling Effect, Jeffrey Kluger, dikutip dari Bustle.


[Gambas:Video 20detik]



(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi