HaiBunda

MOM'S LIFE

Larangan Berhubungan Intim Saat Bunda Haid dalam Pandangan Islam

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Sabtu, 25 May 2019 13:00 WIB
Larangan bercinta saat haid/ Foto: iStock
Jakarta - Puasa Ramadhan terpaksa batal karena tamu bulanan datang menyapa ya, Bun. Selain enggak boleh puasa dan salat, Bunda juga dilarang untuk melakukan 'ehem' sama Ayah nih.

Islam secara tegas mengatur hal itu, sama halnya seperti puasa yang diharapkan dapat melatih kesabaran untuk menahan hawa nafsu. Menurut penjelasan di buku Fiqih Wanita, laki-laki diharapkan bisa bersabar untuk sementara waktu menjauhi istrinya hingga selesai masa haidnya.


Larangan di sini, bermanfaat untuk membiasakan tubuh agar tahan terhadap keadaan mendadak sehingga badan tidak dikejutkan oleh sesuatu yang tidak biasa dialaminya. Selain itu, berguna juga untuk menjaga jiwa tidak terganggu ketika lupa, Bun.


Meskipun hasrat untuk bercinta sedang menggebu-gebu, sebaiknya ditahan ya karena banyak ulama berpendapat Ayah bisa kena 'penalti' jika nekat mengajak Bunda 'ehem'. Masih menurut penjelasan buku yang sama, Nabi Muhammad SAW menjelaskan hukuman bagi laki-laki yang mengajak istrinya bercinta saat sedang haid. Dalam hal ini, Ayah harus mengeluarkan sedekah satu dinar atau setengah dinar jika melanggar.

Larangan bercinta saat sedang haid/ Foto: iStock

Besarnya kafarat dalam hal tersebut, hingga kini masih menjadi perdebatan di antara ulama. "Hadist itu menunjukkan kewajiban kafarat bagi orang yang menggauli istrinya yang sedang haid. Pendapat itu mengikuti Ibnu Abbas, Hasan Al-Basri, Said bin Jubair, Qatadah, Al-Auza'iy, Ishaq dan Ahmad," terang Asy Syaukani.

Sedangkan menurut Al-Hasan dan Said, lelaki yang menggauli istrinya saat sedang haid wajib membebaskan seorang budak. Tapi ada juga besar satu atau setengah dinar, harus disesuaikan dengan pendapatan masing-masing.

Di antara pandangan di atas, ternyata pendapat lain yang dikemukakan Asy-Syafi'i dan Ahmad dianggap paling sahih di antara riwayat lainnya, Bun. Dimana mayoritas ulama salaf berpendapat kalau tidak ada kafarat namun wajib memohon ampun dengan beristighfar.

Terlepas dari hukum agama, melakukan hubungan seksual saat sedang haid memang membahayakan kesehatan. Melansir Health Line, ada risiko infeksi menular seksual (IMS) ketika melakukan hubungan intim selama periode menstruasi. Di antaranya seperti HIV dan hepatitis.

Virus ini hidup dalam darah yang dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi. Sedangkan menurut penjelasan dr Ardiansjah Dara, SpOG, hubungan intim saat haid bisa berdampak pada nyeri perut dan endometriosis. Selain itu, darah menstruasi dapat masuk kembali ke rahim ketika terjadi aktivitas seksual.


"Kalau darah mens yang harusnya keluar dari rahim malah didorong masuk lagi, nantinya darah menggumpal di rahim. Hal itu bisa menyebabkan endometriosis," ujar dr Dara dikutip dari detikcom.

Wah, sebaiknya tahan diri untuk tidak melakukannya ya, Bun. Ingat bahayanya bagi kesehatan tubuh. Saksikan juga dampak kurang tidur pada nyeri menstruasi!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Annisa Pohan Melahirkan Anak Laki-laki, Terpaut Usia 17 Tahun dari Sang Kakak

Kehamilan Annisa Karnesyia

Kabar Bahagia! Annisa Pohan Melahirkan Anak Kedua

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

11 Kebiasaan Orang Kaya yang Bikin Mereka Sukses dan Berbeda

Mom's Life Annisa Karnesyia

3 Cara Bikin Dimsum Ala Rumahan Rasa Restoran Terkenal

Mom's Life Amira Salsabila

7 Resep MPASI Keju untuk Bayi, Menu Sederhana tapi Enak dan Bergizi

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pekerja Perempuan Jadi Kelompok yang Paling Banyak Kehilangan Pekerjaan, Ini Alasannya

Selamat! Putri Isnari Melahirkan Anak Pertama, Intip Perjalanan Kehamilannya Bun

5 Potret Aktor Tampan Korea Kim Jae Won, Pemeran Suami Kim Go Eun di 'Yumi's Cells 3'

20 Soal Prisma Segitiga Beserta Cara Menghitung Berdasarkan Rumus

3 Cara Bikin Dimsum Ala Rumahan Rasa Restoran Terkenal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK