moms-life

Salah Kaprah Mengenai Tes Keperawanan, Tak Akurat & Rugikan Perempuan

Siti Hafadzoh Minggu, 10 Nov 2019 16:21 WIB
Salah Kaprah Mengenai Tes Keperawanan, Tak Akurat & Rugikan Perempuan Salah Kaprah Mengenai Tes Keperawanan, Tak Akurat & Rugikan Perempuan/ Foto: iStock
Jakarta - Tes keperawanan dipercaya sebagian besar orang untuk membuktikan virgin atau tidaknya perempuan. Tapi ternyata, baru-baru ini terungkap fakta mengejutkan mengenai tes keperawanan.

Rapper T.I mengatakan, setiap putrinya berulang tahun, ia membawanya ke dokter dokter kandungan untuk tes keperawanan. Tentu hal ini menuai kontroversi dari berbagai pihak. Para pembela hak asasi manusia dan para dokter tidak menyetujui hal ini.

Tahu enggak sih, Bun? Dokter dan ilmuwan mengatakan, tidak ada tes yang secara akurat dapat menentukan apakah seorang perempuan pernah melakukan seks dan menilai apakah perempuan tersebut masih perawan. Mereka menyebut, ide tes semacam ini adalah hal yang seksis.


"Siapapun yang melangsungkan gagasan bahwa keperawanan memiliki sesuatu yang biologis untuk dilakukan dengan ini (tes keperawanan) adalah hal yang tidak benar. Dan mereka harus menyampaikannya," kata seorang dokter kandungan, Jennifer Gunter dikutip dari CNN.

Lalu seperti apa prosedur tes keperawanan yang biasanya dilakukan? Tes keperawanan biasanya dilakukan dengan dua cara.

1. Memeriksa selaput dara apakah ada sobekan atau dengan melihat ukurannya.

2. Melalui 'tes dua jari', yaitu memasukkan jari ke dalam vagina.

Tapi, menurut dokter, praktik tes ini didasarkan pada kesalahpahaman tentang tubuh wanita. Ini juga berasal dari kesalahpahaman gagasan 'kesucian'.

Selama ini, orang-orang berpikir bahwa selaput dara adalah penghalang yang tetap utuh sampai perempuan tersebut melakukan hubungan seksual. Namun, kenyataannya tidak begitu, Bun.

Menurut Gunter, dalam beberapa kasus, selaput dara tidak sepenuhnya menutupi lubang vagina. Tapi hanya mengelilinginya.

Saat melakukan hubungan seksual, selaput dara bisa robek atau merenggang. Selaput dara juga bisa sobek atau merenggang karena kegiatan lain, seperti olahraga atau prosedur medis. Jadi, menjadi sulit bagi dokter untuk menentukan apakah perubahan selaput dara akibat penetrasi seks atau karena penyebab lainnya.

Tes keperawanan dengan memeriksa selaput dara bukan lah hal yang efektif. Perbedaan selaput dara yang terkoyak karena aktivitas olahraga atau aktivitas lain dengan selaput dara yang terkoyak karena hubungan seks perbedaannya nyaris tak terlihat secara kasat mata.

Dokter pun jarang bisa membedakan kerusakan selaput dara. Walaupun jika diperiksa secara detail memang ada perbedaan.

"Kecuali kasus pemerkosaan, itu penyebab robeknya selaput dara bisa dipastikan kalau ada bercak sperma dan itu bisa dikaitkan. Itu pun pemeriksaannya harus segera, kalau sudah lama tidak bisa," kata dr Prima Progestian, SpOG, seksolog dari Brawijaya Women's Hospital Jakarta Selatan dikutip dari detikcom.

Selain prosedurnya yang masih ditentang para ahli, tes keperawanan juga punya dampak psikologis. Dampak psikologis ini bisa merusak psikologis perempuan itu sendiri.

Tes keperawanan dapat menyebabkan perasaan bersalah, jijik pada diri sendiri, depresi, kegelisahan, dan citra tubuh yang negatif. Makanya, beberapa lembaga di bawah naungan PBB menyerukan untuk menghentikan tindakan ini.

Salah Kaprah Mengenai Tes Keperawanan, Tak Akurat & Rugikan PerempuanSalah Kaprah Mengenai Tes Keperawanan, Tak Akurat & Rugikan Perempuan/ Foto: iStock

Dalam banyak kasus, perempuan melakukan tes keperawanan atas permintaan anggota keluarga atau pasangan. Bahkan seringkali tanpa persetujuan dari yang bersangkutan.

Karena tidak ada tes yang sama untuk para pria, tes keperawanan ini seolah mengatakan bahwa seks sebelum menikah hanya tidak dapat diterima bagi jika dilakukan oleh wanita. Ketidaksamaan inilah yang disebut sebagai hal yang seksis oleh para pejuang hak asasi manusia.

Simak juga cara memberikan pendidikan seks kepada anak di video berikut ini, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi