HaiBunda

MOM'S LIFE

Jangan Sebar Foto Seram Bom Medan, Bisa Didenda Rp750 Juta

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Rabu, 13 Nov 2019 11:00 WIB
Jangan Sebar Foto Seram Bom Medan, Bisa Didenda Rp750 Juta (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta - Ledakan bom terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara hari ini, Rabu (13/11/2019), Bunda. Ledakan terjadi usia apel dan saat itu masyarakat sedang ramai untuk membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).

"Masih diduga pelaku suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dilansir detikcom.

Biasanya, ketika ada peristiwa peledakan bom seperti ini, foto seram suasana usai terjadinya ledakan bom kerap beredar di grup WhatsApp atau media sosial lainnya. Ingat, jangan sampai Bunda atau keluarga turut menyebarkannya ya.


Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu pernah mengatakan Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bunyinya adalah sebagai berikut:

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)."

Jangan Sebar Foto Seram Bom Medan, Bisa Didenda Rp750 Juta/ Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Apalagi bila gampar ini dilihat anak-anak, Bun. Dampaknya berbahaya banget. Seperti disampaikan psikolog pendidikan dan keluarga, Wikan Putri Larasati dari Biro Psikologi Chastra Tangerang, pastinya kurang lebih ada efek bagi anak saat melihat konten menyeramkan seperti foto kerusuhan demo atau ledakan bom.

Kata Wikan, ketika orang tua panik menanggapi konten tersebut, anak bisa merasa cemas, takut, atau sedih karena melihat orang tuanya. Kalau enggak hati-hati dalam merespons, dikhawatirkan dampaknya bisa berkelanjutan ke anak. Terlebih dia melihat respons orang tua atau orang dewasa di sekitarnya.

"Makanya, baiknya kita tahan diri saat anak enggak sengaja melihat. Tahan respons dulu lihat tayangan itu, cool, tenang, enggak nunjukin rasa panik atau takut dan khawatir berlebihan," papar Wikan.

Simak juga resep jus penangkal stres di video ini. 

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

TERPOPULER

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Parenting Asri Ediyati

4 Zodiak Ini Paling Menikmati Gaya Hidup Slow Living, Bunda Termasuk?

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

Kehamilan Annisa Karnesyia

Haru & Prestasi, Kelulusan Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Jadi Momen Tak Terlupakan

Parenting Pritadanes

Menu Hemat Keluarga yang Lezat dan Mengenyangkan, Bantu Pangkas Pengeluaran

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

4 Zodiak Ini Paling Menikmati Gaya Hidup Slow Living, Bunda Termasuk?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK