Sign Up search


moms-life

Tega, Pengasuh Ini Menggoreskan Jarum ke Kepala Bayi karena Kesal

Siti Hafadzoh Selasa, 19 Nov 2019 10:22 WIB
Tega, Pengasuh Ini Menggoreskan Jarum ke Kepala Bayi karena Kesal caption
Jakarta - Seorang pengasuh bayi menggoreskan kepala seorang bayi berusia satu tahun dengan menggunakan jarum. Ia melampiaskan kemarahannya karena diberi banyak pekerjaan oleh sang majikan. Peristiwa ini terjadi di daerah Jalan Bukit Pantai, Malaysia.

Hakim Mahyon Talib menjatuhkan hukuman kepada wanita yang merupakan pelajar di sebuah universitas negeri setelah mengaku bersalah di hari pertama sidang kasusnya ini. Pengadilan memutuskan wanita itu dipenjara empat bulan kalau ia tidak membayar denda sebesar RM12000 atau setara Rp40 juta.

Wanita tersebut didakwa dengan sengaja melakukan penyiksaan kepada bayi menggunakan jarum. Ini menyebabkan luka di kepala bayi. Peristiwa ini sebenarya sudah terjadi pada 21 Juni 2019 lalu. Tapi, hakim baru memutuskan hukumannya hari Kamis kemarin.


Sebelumnya, wanita itu diwakili pengacara Dr Mohd Radzuan Ibrahim memohon hukuman yang ringan. Katanya, ia sedang marah ketika melakukan hal tersebut.

"Ketika kejadian itu, klien saya sedang marah karena disuruh melakukan banyak pekerjaan. Dia melampiaskan kemarahannya pada bayi itu," kata Ibrahim dikutip dari MStar.

Sedangkan, jaksa penuntut Raya Nurliyana Mohd Jafri meminta pengadilan untuk menjatuhkan hukuman setimpal atas dasar kepentingan umum. Ini karena kasus penyiksaan anak oleh pengasuh semakin banyak.

"Bayi tersebut mengalami empat goresan luka di kepalanya. Perasaan marah bukan alasan untuk menyiksa bayi. Dia adalah orang yang diperi kepercayaan oleh orang tua bayi itu," kaya Jafri.

Tega, Pengasuh Ini Menggoreskan Jarum Ke Kepala Bayi Karena KesalIlustrasi jarum/ Foto: iStock

Punya pengasuh anak memang tak lepas dari drama. Apalagi kalau anak tidak dekat dengan pengasuhnya.

Tapi, tahu enggak sih, Bun? Ternyata penting lho anak dekat dengan pengasuh. Menurut psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, anak harus memiliki figure attachment. Misalnya, saat bunda sedang bekerja dan si kecil di rumah, memang sudah seharusnya dia dekat dengan pengasuh.

Kalau anak tidak dekat secara emosional dengan pengasuh, bisa-bisa ia merasa tidak aman. Ujung-ujungnya Bunda juga kan yang tidak tenang.

"Kalau anak secure sama pengasuh Insya Allah aman kondisi emosinya, daripada dia enggak lekat dengan si mbak. Tapi, dia tahu kondisi ini terjadi karena ibunya lagi enggak ada. Nah, saat ada ibunya, ya dia dekat dengan ibunya," jelas Ratih.

Jangan sampai kasus yang terjadi di Malaysia ini terjadi pada anak Bunda ya. Tetap awasi perilaku pengasuh kepada anak ya supaya tidak terjadi hal-hal yang mengerikan seperti ini.

Bunda, mengikuti kisah layangan putus yang viral beberapa waktu lalu? Identitas Mommy ASF mulai terungkap, ikuti kisah selengkapnya di sini.

Bunda, simak alasan Enno Lerian memutuskan tidak sewa pembantu di video ini yuk.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi