moms-life

ART Asal Indonesia Ditangisi Anak Artis Singapura, Kenapa?

Maya Sofia Rabu, 09 Oct 2019 20:45 WIB
ART Asal Indonesia Ditangisi Anak Artis Singapura, Kenapa?
Jakarta - Seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia, Nopikah Kardi, membuat satu keluarga artis Singapura, Aaron Aziz, menangis. Namun tangisan yang dimaksud adalah tangis haru karena Nopikah harus kembali ke Indonesia, setelah bekerja selama 11 tahun di keluarga Aaron.

Mengutip Malay Mail, istri Aaron, Datin Diyana Halik, mengunggah video perpisahan keluarganya dengan Nopikah di Instagram. Dalam video tersebut, keluarga Aaron termasuk anaknya berkumpul di bandara untuk melepas kepergian sang ART ke Indonesia.

Anak-anak Aaron dan Diyana tak kuasa menahan tangis. Satu per satu mereka memeluk Nopikah. Sementara itu, Nopikah juga tak bisa menyembunyikan air matanya saat dipeluk anggota keluarga Aaron.


"SubhanaAllah. Alhamdulillah. Hari ini menandai hari terakhir layanan setia Nopikah dengan kami. Selama 11 tahun ini telah sangat mudah dengan dukungan dia yang tidak ada habisnya," tulis Diyana dalam caption video yang telah memiliki 90 ribu lebih views.

Diyana menuturkan bahwa perpisahan ini sangat luar biasa bagi ia dan anak-anak. Tetapi Tuhan telah merencanakan yang terbaik untuk mereka. Diyana juga berterima kasih kepada Nopikah karena telah membantunya dan sang suami membesarkan anak-anak, menyediakan masakan yang lezat, hingga memaklumi keunikan keluarga mereka.

[Gambas:Instagram]


"Terima kasih telah mendengarkan masalah saya dan terima kasih telah menjaga maurah (martabat) kami selama beberapa tahun terakhir."

"Saya berdoa semoga Allah akan membalas Anda dengan jannah tertinggi untuk pekerjaan tulus Anda," katanya.

Diyana juga berharap Tuhan akan memudahkan segalanya untuk Nopikah dan memberikan kesehatan untuk kehidupan barunya ke depan.

Berbicara soal ART, ternyata mereka yang turut merawat anak di keluarga tempatnya bekerja juga ikut memengaruhi tumbuh kembang sang anak tersebut. Apalagi ibu bekerja yang terpaksa 'mendelegasikan' tugasnya merawat anak pada pengasuh ataupun ART selama beberapa jam, saat dirinya bekerja.

"Kalau faktor genetik sebenarnya faktor yang enggak bisa diutak-atik. Misalnya anak gemuk malah yang disalahin ARTnya, padahal orang tuanya juga gemuk. Terlepas dari itu, bukan berarti anak enggak diberi nutrisi dan stimulasi yang baik," ujar psikolog Ratih Ibrahim.

Ratih bilang, dia sendiri mendukung ibu yang bekerja, karena baginya kebutuhan orang kan berbeda-beda. Ada yang beruntung kebutuhannya tercukupi sehingga memilih menjadi ibu di rumah, tapi ada juga yang bekerja dan mengaktualisasi diri. Nah, ketika suami dan istri terpaksa meninggalkan anak di rumah, harus ada support system yang 'diteruskan'.

"Jadi, pemilihan ART itu harus diseleksi sungguh-sungguh. Sehingga semua nilai baik, kebiasaan yang dilakukan orang tua dengan anak itu sama dengan apa yang dilakukan pengasuhnya. Jadi, enggak disabotase pengasuhnya," tutur Ratih.

Bunda juga bisa simak tips mencari pengasuh anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi