moms-life

Susah Dapat Jodoh, Wanita di China Ogah Nikah & Cari Donor Sperma

Annisa Karnesyia Selasa, 10 Dec 2019 14:10 WIB
Susah Dapat Jodoh, Wanita di China Ogah Nikah & Cari Donor Sperma caption
Jakarta - Memiliki anak adalah dambaan banyak wanita. Tak terkecuali bagi para wanita di China yang rela mencari donor sperma sampai ke luar negeri.

Hal tersebut memang sedang menjadi tren di Negeri Tirai Bambu ini, Bun. Melansir dari Japan Times, wanita yang belum menikah di China sebagian besar dilarang mendapatkan sperma dari bank sperma dan perawatan in vitro fertilization (IVF).


"Ada banyak wanita yang tidak mau menikah, jadi mereka mungkin tidak bisa punya anak. Tapi aku merasa jalan lain telah terbuka," kata Xiaogunzhu, salah satu penerima donor.


Larangan di China ini yang menyebabkan banyak wanita mencari pilihan di luar negeri. Tingkat perkawinan di China juga telah menurun selama lima tahun terakhir. Tahun lalu hanya 7,2 dari 1.000 orang menikah menurut data statistik.

Penyebab lainnya adalah wanita yang profesional dan berpendidikan menghadapi diskriminasi, Bun. Terutama saat mencari pasangan hidup.

"Pasangan pria sulit menerima pendidikan atau status ekonomi wanita yang tinggi," ujar sosiolog Sandy To.

Diperkirakan, total pasar China untuk layanan kesuburan akan mencapai sekitar Rp21 triliun pada tahun 2022. Angka ini dua kali lipat nilainya dari tahun 2016.

Bank sperma di Amerika dan Eropa mengalami peningkatan jumlah klien dari China. Sedangkan di Denmark, bank sperma dan telur Cryos International telah membuat situs resminya di Tiongkok dan menambah staf berbahasa China.

Departemen kesehatan China mengatakan tujuan bank sperma yaitu untuk mengobati infertilitas dan mencegah penyakit genetik. Dalam praktiknya, mereka melarang wanita yang belum menikah menggunakannya.

Ilustrasi wanita hamilIlustrasi wanita hamil/ Foto: iStock

Melakukan prosedur donor sperma dari luar negeri tidaklah murah. Harganya mulai dari Rp387 juta, Bun. Belum lagi si wanita harus beberapa kali pergi ke luar negeri untuk menjalani prosedur medis karena undang-undang China melarang impor sperma manusia.

Di China, donor sperma harus tetap anonim. Tetapi, bank sperma internasional menawarkan detail, seperti warna rambut, foto masa kecil, dan latar belakang etnis.

Peter Reeslev, CEO of Cryos International mengatakan jika wanita China cenderung memilih donor ras Kaukasia. Salah satu alasan yang mungkin adalah bank sperma di luar China memiliki sedikit donor asal China. Tetapi para ahli mengatakan jika terlepasĀ dari itu semua, wanita masih memilih untuk memiliki anak dengan campuran ras.

"Pada dasarnya, donor sperma yang dipilih kebanyakan ras kulit putih," kata Xi Hao, koordinator klinis di Beijing yang membantu pelanggan China mengakses klinik kesuburan di California.

Namun, hal ini dibantah Xiaogunzhu. Ia mengatakan kepribadian adalah faktor utama dirinya melakukan donor sperma. Dia tidak mempedulikan warna kulit, Bun.

"Aku pribadi tidak peduli dengan warna kulit. Aku hanya peduli jika matanya besar dan bagus," tutur Xiaogunzhu.


Mengutip Mayo Clinic, donor sperma adalah prosedur di mana seorang pria menyumbangkan spermanya yang dikeluarkan selama ejakulasi untuk membantu seorang wanita hamil. Sperma dapat disuntikkan ke organ reproduksi wanita (intrauterine insemination) atau digunakan untuk membuahi telur di laboratorium (in vitro fertilization).

Sebelum mendonorkanĀ sperma, seseorang harus diskrining untuk mengetahui kondisi medis dan faktor risiko. Penting juga untuk memahami kemungkinan adanya masalah emosional, psikologis, hingga masalah hukum pendonor.

Simak juga penjelasan dokter seputar proses bayi tabung di video berikut, Bunda:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi