HaiBunda

MOM'S LIFE

Keliling Mal 30 Menit Termasuk Olahraga Enggak Sih?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 08 Jan 2020 16:50 WIB
Ilustrasi shoping di mal/ Foto: thinkstock
Jakarta - Enggak sedikit Bunda yang beralasan tak mau olahraga karena sudah banyak melakukan pekerjaan rumah sehari-hari atau menghabiskan waktu berjam-jam jalan ke mal di akhir pekan. Tapi, apa itu termasuk olahraga?

Rakhmat Ari dalam bukunya Say Goodbye to Heart Disease menuliskan banyak orang yang beranggapan segala pekerjaan yang menghasilkan keringat itu olahraga. Namun, individu yang banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas sehari-hari merupakan individu yang aktif, yang terhindar dari efek-efek buruk akibat perilaku sedenter.




"Meskipun begitu, aktivitas fisik berbeda dengan olahraga," tegas Rahmat.

Meski aktif, kata Rahmat, individu tersebut belum tentu fit karena aktivitas tersebut belum termasuk olahraga. Lantas apa bedanya aktivitas fisik dan olahraga?

"Aktivitas fisik merupakan segala kegiatan sehari-hari yang melibatkan gerakan otot. Berjalan si mal, berdiri saat menyetrika, menyapu halaman, berkebun merupakan aktivitas fisik," ujar Rahmat.

Ilustrasi shoping keliling mal/ Foto: Grandyos Zafna
Sedangkan, uolahraga, lanjut Rahmat, merupakan segala gerakan yang terencana dan terstruktur dengan tujuan mencapai intensitas tertentu. Dan olahraga merupakan bagian dari aktivitas fisik, namun segala aktivitas fisik belum tentu olahraga.

Nah, kalau Bunda beralasan sudah berolahraga dengan jalan mengitari mal selama 30 menit, Rahmat bilang, bisa saja itu termasuk olahraga atau hanya aktivitas fisik. Kalau Bunda jalan dengan kecepatan yang berubah-ubah, kadang berhenti memilih baju atau barang lain, dan tidak ada target mencapai jumlah denyut jantung, Ini belum bisa dikatakan olahraga.



"Namun jalan di mal bisa termasuk olahraga jika Anda jalan-jalan selama 30 menit tanpa berhenti dengan kecepatan tertentu sehingga Anda bisa mempertahankan denyut jantung sesuai target intensitas olahraga yang diinginkan," kata Rahmat.

Ia menegaskan, target olahraga itu bukan dari banyak sedikitnya mengeluarkan keringat. Namun, berdasarkan denyut jantung yang akan dicapai dan dipertahankan selama olahraga.

Dilansir Shape, aplikasi perhitungan kalori berasal menyebut mengepel lantai adalah latihan yang cukup bagus untuk membakar kalori dan membentuk lengan pada wanita dengan berat badan 55kg. Sementara itu, pekerjaan rumah tangga lainnya yang lebih banyak lagi membakar kalori adalah mendekor rumah seperti merapikan sofa. Belum lagi berjalan ke sana ke mari untuk memotong rumput dan memangkas semak-semak.

Simak sebab badan ngilu dan pegal setelah olahraga di video ini. 

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Parenting Asri Ediyati

Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya

Kehamilan Indah Ramadhani

Potret Evelyn & Juan Sambut Kelahiran Anak Pertama, Nama Bayi Laki-lakinya Unik Bun

Kehamilan Pritadanes

Surya Insomnia & Keluarga Liburan ke Selandia Baru, Road Trip hingga Nikmati Pemandangan Indah

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Quiet Burnout pada Pekerja, saat Mental Lelah tapi Tetap Tampak Produktif

Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan

Angka Kesuburan di Singapura Menurun, Ini Penyebab dan Solusinya

9 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengaktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi

7 Resep Smoothies Mangga untuk Atasi GTM Anak, Enak dan Mudah Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK