HaiBunda

MOM'S LIFE

Mitos Seks: Mudah Orgasme Tanda Wanita Subur dan Cepat Hamil

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 15 Feb 2020 20:59 WIB
Mitos Seks: Mudah Orgasme Tanda Wanita Subur dan Cepat Hamil/ Foto: iStock
Jakarta - Jika seorang wanita belum juga hamil, banyak yang menyarankan untuk bercinta tiap hari. Tak sedikit pula orang yang mengaitkan kesuburan dengan orgasme wanita saat seks. Padahal itu hanya mitos, Bunda.

Dilansir The Agora Clinic, faktanya sekitar satu dari sepuluh wanita tidak pernah orgasme. Kemudian, sebuah analisis dari 33 studi menyimpulkan bahwa tiga dari empat wanita tidak teratur orgasme selama hubungan intim.


Kemudian jika dicocokkan secara statistik, satu dari tujuh wanita cenderung mengalami kesulitan hamil. Artinya, jelas bahwa wanita tidak perlu orgasme untuk hamil.


Yang pasti adalah bahwa orgasme bukanlah prasyarat untuk konsepsi. Faktanya, Bunda bisa hamil hingga lima hari setelah berhubungan seks, karena sperma dapat bertahan selama beberapa hari di saluran tuba.

Sementara itu banyak yang mengaitkan frekuensi orgasme pada wanita juga berpengaruh pada kesuburannya. Dilansir Very Well Family, satu studi meneliti hubungan antara tingkat orgasme wanita dan jumlah anak yang dimilikinya.

Dalam studi ini, 8.000 saudara kembar perempuan dan saudara kandung disurvei. Peserta ditanya seberapa sering mereka berhubungan seks, frekuensi orgasme, apakah mereka mengalami kesulitan mencapai orgasme, dan berapa banyak keturunan biologis yang mereka miliki.

Para peneliti menemukan bahwa ada korelasi yang lemah tapi signifikan antara tingkat orgasme dan jumlah keturunan. Tapi begitu faktor lingkungan diperhitungkan, koneksi itu menghilang. Tampaknya juga tidak ada hubungan genetik antara tingkat orgasme dan tingkat kesuburan. Menurut penelitian ini, kemampuan wanita (atau ketidakmampuan) untuk orgasme tidak akan mempengaruhi kesuburan.

Ilustrasi pasangan suami istri. (Foto: iStock)


Apa yang dapat berdampak pada kesuburan? Jawabannya adalah stres. Kemudian Carole Gilling-Smith, Konsultan Ginekolog dan Direktur Medis di Pusat Kandungan & Fertilitas Agora mengatakan, pesan yang paling penting adalah bahwa pasangan yang berusaha untuk hamil perlu menjadi tim dan saling mendukung sebanyak mungkin dalam upaya mereka untuk memiliki anak.

"Tidak seorang pun harus merasa bertanggung jawab atau bersalah bahkan jika masalahnya hanya karena satu pasangan. Infertilitas dapat memberikan tekanan besar pada suatu hubungan, jadi yang terbaik adalah menyadari hal ini sejak tahap awal dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah rusaknya hubungan," jelas Gilling-Smith.

Pasangan harus meluangkan waktu untuk satu sama lain dan menikmati perusahaan satu sama lain, berencana untuk melakukan berbagai hal yang menyenangkan bersama yang tidak berhubungan dengan mencoba untuk hamil.

"Memfokuskan bercinta hanya pada waktu subur dalam sebulan bisa sangat kontra produktif dan mengarah pada masalah psikoseksual baik pada pria maupun wanita, yang pada akhirnya akan memiliki efek yang sangat negatif pada peluang pasangan untuk hamil," lanjutnya.


Simak juga video tentang ukuran penis yang normal:



(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK