sign up SIGN UP search


moms-life

7 Tips Mengolah Kunyit untuk Obati Penyakit Gusi hingga Keputihan

Annisa Afani   |   Haibunda Selasa, 14 Apr 2020 19:21 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang sedang sakit gigi dan gusi caption
Jakarta - Curcuma domestica Vahl atau yang dikenal sebagai kunyit merupakan tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dalam masakan. Kunyit juga biasa digunakan sebagai bahan pewarna alami pada makanan.

Tapi Bun, tak cuma untuk bumbu dan pewarna pada makanan, kunyit juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Itu karena zat yang dikandung di dalamnya.


Dikutip dari Medical News Today, menurut data Gizi Nasiona Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), dalam satu sendok makan bubuk kunyit mengandung 29 kalori, 0,91 gram protein, 0,31 gram lemak, 6,31 gram karbohidrat, 2,1 gram serat, dan 0,3 gram gula. Dalam satu sendok makan bubuk kunyit menyediakan 26 persen kebutuhan mangan, 16 persen zat besi, 5 persen potasium, 3 persen vitamin C harian.


Nah untuk memanfaatkan kunyit sebagai obat, ada beberapa cara mengolah yang berbeda tergantung jenis penyakitnya. Berikut HaiBunda rangkum tujuh tips mengolah kunyit berdasarkan fungsi pengobatannya:

1. Radang gusi

Iris kunyit sebesar ibu jari orang dewasa, dan campurkan dengan 3 potong gambir yang telah diiris lalu rebus dengan dua gelas air. Biarkan rebusan hingga airnya tersisa sekitar 1 gelas, lalu gunakan air tersebut untuk berkumur sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari.

2. Nyeri haid

Parut kunyit dan jahe masing-masing 1 rimpang dengan ukuran lebih kurang sepanjang 4 centimeter (cm), dan 1/2 rimpang kencur sepanjang 4 cm. Setelah cukup halus, peras dan pisahkan airnya.

Untuk mengonsumsinya, tambahkan hasil perasan tersebut dengan perasan buah jeruk nipis. Kemudian seduh dengan setengah gelas air panas setelah ampasnya disaring.

{SEO} 7 Tips Mengolah Kunyit untuk Obati Penyakit Gusi hingga KeputihanFoto: iStock


3. Diabetes mellitus

Gunakan 3 rimpang kunyit dan setengah sendok teh garam, lalu rebus dengan 1 liter air hingga mendidih. Selanjutnya, dinginkan rebusan tersebut dan saring ampasnya. Bunda bisa mengonsumsi airnya sebanyak 1/2 gelas setiap dua kali dalam sepekan.

4. Diare

Iris kunyit, dan campur bersama satu sendok air kapur sirih. Selanjutnya, rebus dan aduk campuran tersebut hingga merata sampai mendidih. Setelah itu, saring ampasnya dan dinginkan. Bunda bisa meminumnya tiga kali dalam sehari hingga diare sembuh.

5. Demam

Bersihkan kunyit sebanyak 20 gram, lalu parut dan campur dengan air matang sebanyak 100 mililiter (ml). Setelah itu, peras air kunyit dan saring ampasnya. Minum air kunyit tersebut sebanyak dua kali dalam sehari.

6. Tifus

Untuk mengobati tifus, Bunda bisa menyiapkan dua rimpang kunyit, satu bonggol sere, dan satu lembar daun sambiloto. Daun sambiloto bersifat antipiretik, antiinflamasi, analgesik, antibakteri, antiracun, bisa digunakan sebagai obat panas dalam.

Jika semua bahan telah tersedia, campur dan blender hingga halus. Jika dirasa sudah cukup, peras campuran tersebut dan ambil airnya. Lalu tambahkan satu gelas air hangat, dan minum selama seminggu.

7. Keputihan

Bunda bisa memarut kunyit tua sebanyak 15 gram yang sudah dikupas. Kemudian, parutan tersebut campurkan dengan 150 ml air asam dan gula Jawa. Lalu aduk hingga rata, peras, dan saring ampasnya. Nah, airnya bisa diminum setiap hari secara teratur untuk mengobati keputihan.


Tipsnya tidak begitu sulit kan Bun? Namun perlu perhatikan, bahwa mengonsumsi kunyit yang dijadikan obat herbal ini tidak dapat digunakan oleh semua orang. Karena bisa saja setiap tubuh memberikan reaksi yang berbeda atau menimbulkan alergi dan masalah lain.

Karena itu, hati-hati dan coba sedikit dahulu, jika menimbulkan reaksi tidak baik, sebaiknya dihentikan penggunaannya ya Bun.

Bun, lihat juga yuk resep masak dengan menggunakan daun ginseng pada video berikut!

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!