MOM'S LIFE
Menyentuh, Kisah Ibu Muda Tanpa Lengan Rawat Anak dan Lawan Depresi
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 08 Jul 2020 07:04 WIBMenjadi ibu baru tentu bukan hal mudah, juga punya cerita mengharukan bahkan tak terlupakan. Seorang ibu muda asal India bernama Anika (nama disamarkan), menceritakan pengalaman sebagai ibu baru dan perjuangannya yang ekstra lantaran satu tangannya diamputasi.
Singkat cerita, ketika berusia 12 tahun, Anika tersengat listrik saat bermain dan tangan kanannya harus diamputasi. Ia juga menjalani lebih dari 40 kali operasi pada kedua lengannya.
"Itu menghambat segalanya, dari menulis, mengenakan seragamku, hanya berjalan di luar. Tidak ada tamasya yang lengkap tanpa orang asing menatap," katanya, dikutip dari Facebook Humans of Bombay, Rabu (8/7/2020).
Untungnya, seiring waktu, Anika mulai melakukan hal-hal sendiri dan merasa lebih percaya diri dengan lengannya. Di usia 25, ia menikahi teman kampusnya, yang tidak pernah melihatnya sebagai orang yang kekurangan.
Setelah lima tahun menikah, mereka memiliki putri, Meher. Itu adalah hari paling bahagia dalam hidup Anika. Tetapi selama 3 bulan ke depan, Anika merasa hidupnya berubah total.
"Saya hampir tidak bisa memegang Meher, seseorang selalu harus menyerahkannya kepada saya. Saya tidak bisa mengganti popoknya, dan saya bahkan tidak menghasilkan susu yang cukup untuk memberinya makan. Saya merasa seperti ibu yang buruk. Saya gagal melakukan hal-hal paling mendasar untuk bayi saya," ujarnya.
"Bahkan tubuh saya berubah. Saya memiliki payudara yang kendor, perut yang membuncit dan bertambah 10 kilogram. Saya merasa jelek dan mudah tersinggung," lanjut Anika.
Sejak itu, Anika terjaga sepanjang malam, mudah sakit hati dan berkelahi dengan suami dan ibunya. Ia juga sering memberitahu keluarga bahwa mereka tak mengerti apa yang Anika alami.
Yang bisa Anika pikirkan adalah hidup tidak akan pernah sama lagi. Anika tahu ia mengalami depresi pascapersalinan, meskipun ia tidak didiagnosis.
"Segalanya mulai membaik dua bulan kemudian. Meher tumbuh lebih besar, jadi saya merasa lebih percaya diri memegangnya. Saya bahkan mulai mencoba mengganti popoknya," kata Anika.
Untuk mengatasi stres, ia minta pada suami untuk pergi menonton film baru dan jalan-jalan dengan suami dan teman-temannya di malam hari, setelah Meher tidur.
Setelah tujuh bulan berlalu, ia mengaku masih mengalami perubahan suasana hati. Namun, putranya yang membuatnya kembali bahagia. Ia pun tak sabar menunggu pandemi Corona berakhir untuk bisa berwisata bersama keluarga kecilnya.
"Keibuan itu indah, tidak diragukan lagi, tetapi tidak selalu menyenangkan. Tubuh kita berubah, hidup kita berubah. Tetapi satu hal yang tetap konstan adalah cinta, dan itu selalu menarik kita," kata Anika.
Sementara itu, netizen ramai-ramai memberikan dukungan dan cinta untuk Anika. Rata-rata dari mereka mengalami hal serupa.
"Saat anak usia 14 bulan, saya meragukan diri saya sendiri dan mengalami kehancuran juga. Rasa bersalah ibu sudah tertanam dalam diri kita dengan generasi keyakinan bahwa ibu bisa melakukan semuanya. Anda sempurna dalam segala hal di mata anak Anda. Anda akan segera mendengar dia mengatakannya kepada Anda ... banyak cinta untuk kalian berdua," kata netizen dangen akun Prachee Palekar.
"Menjadi ibu adalah apa yang Anda definisikan. Jangan melihat standar masyarakat yang ditetapkan dan menganggap diri Anda kurang. Tidak ada yang disebut ibu yang buruk. Itu hanya perspektif Anda. Anda bekerja dengan baik sebagai seorang ibu dan Meher pasti akan memberi tahu Anda suatu hari bahwa Anda adalah ibu terbaik! Dia tidak mungkin berdoa untuk yang lebih baik. Mengirim cinta," tulis akun Gurpreet Kaur Bhumra.
Ya, menjadi ibu baru memang tidak mudah. Tapi dengan keterbatasan yang dimiliki, Anika berusaha menjalankan perannya sebagai ibu yang baik.
Simak juga gizi daging ayam yang bisa menurunkan tingkat depresi:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
35 Kata-Kata Mutiara Ibu yang Menyentuh Hati
Curhat Ibu Dampingi Sekolah Online, Takut Hajar Menghajar Bukan Belajar Mengajar
7 Cara Mudah Jadi Ibu Bahagia, Bunda Perlu Coba Nih
Mau Jadi Ibu Bekerja Bahagia? Jangan Lupakan Hobi & Me Time Bunda
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Alat Penerjemah AI Genggam Ini Diklaim Kuasai 148 Bahasa, Beneran Bisa Diandalkan?
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif