sign up SIGN UP search


moms-life

Bisnis Rumahan Modal Rp200 Ribu saat Pandemi, Omzetnya Lebihi Gaji Kantoran

Yuni Ayu Amida Selasa, 21 Jul 2020 16:42 WIB
Bisnis rumahan caption
Jakarta -

Banyak ibu rumah tangga yang memulai bisnis online di tengah pandemi Corona, Bunda. Salah satunya Dian Lestari yang mencoba peruntungan di dunia bisnis kuliner dengan modal Rp200 ribu.

Bagaimana kisahnya?

Kepada HaiBunda Dian menuturkan awal dirinya terpikir membuka usaha online adalah sejak adanya peraturan work from home (WFH) akibat pandemi COVID-19. Di mana saat itu, harga kebutuhan pokok melonjak, sementara penghasilannya dari gaji pun tidak seberapa. Jadi untuk menambah ekonomi keluarganya, wanita 28 tahun ini memutuskan membuka usaha yang ia labeli Bunajani Kithcen.


Awalnya, Dian tidak langsung menjual produk kue-kue seperti saat ini, melainkan ia menjual bawang merah.

"Awalnya pas pandemi jual bawang merah, bahan pokok gitu, secara aku tahu lonjakannya tinggi banget, orang-orang juga enggak bisa ke pasar karena takut, saudara aku ada yang punya usaha penyuplai bawang merah langsung dari Brebes," kata Dian, melalui wawancara via telepon, Senin (20/7/2020).

Dan ketika Lebaran, ia berpikir bahwa tidak mungkin untuk membeli aneka kue, selain harganya mahal, pandemi membuatnya takut. Akhirnya, wanita yang tinggal di Bekasi ini memutuskan untuk membuat kue Lebaran sendiri.

"Dari situ tetanggaku nyobain,'Mau dong dibikinin.'  Jadi mulai tuh tetangga sama teman-temanku yang pesan," ucapnya.

Kata Dian, modal awal yang dikeluarkannya hanya Rp200 ribu, Bunda. Modal tersebut digunakan untuk membuat brownies bolu, salah satu makanan yang dijualnya di Bunajani Kithcen. Dari hasil penjualan brownies tersebut, Dian putar kembali sebagai modal untuk membuat aneka makanan lainnya, seperti dim sum, klappertaart, risol, dan garlic bread.

Pekerja wanita makan siang di mejaIlustrasi bisnis women/ Foto: Thinkstock

Untuk mempromosikan bisnisnya, Dian memanfaatkan sistem online dan offline. Untuk sistem online, Dian menyebarkan informasi produknya lewat media sosial, seperti Instagram. Sedangkan offline dengan menawarkan produknya pada orang terdekat, seperti tetangga maupun teman kantor.

"Aku sih pakai online, sama dari mulut ke mulut, kayak dari temanku, mereka bantuin share post, aku bilang kalau misal makanannya di-approve, tolong di-share, like, and comment ya. Kalau dari mulut ke mulut, jadi orang tahu," tuturnya.

Ibu satu anak ini juga mengakui bahwa usahanya juga sempat dibantu promosi oleh temannya yang kebetulan selebgram, Bunda. Nah, karena makanan yang dibuat oleh Dian rasanya enak, temannya pun berminat membantu secara cuma-cuma lho.

"Jadi itu kebetulan temanku mesen, dan dia memang selebgram gitu sih. Kata aku, kalau emang rasanya oke, sama dia cocok, enak, tolong bantu approve, dan dia juga bilang sendiri, 'Dian gue enggak bakalan bantu jualan lo kalau rasanya enggak sesuai', tapi alhamdulillah dia post," tuturnya.

Dian sendiri baru memulai bisnis kuliner ini pada bulan Juni 2020, artinya baru satu bulan, Bunda. Namun Dian sudah mendapatkan hasilnya. Meski tidak menyebut berapa omzet penjualannya, Dian bilang hasilnya lebih besar daripada gajinya sebulan sebagai karyawan.

Meski begitu, Dian mengaku mengalami kesulitan dalam mengelola bisnis kuliner di tengah pandemi. Salah satunya, modal untuk membeli bahan baku yang lebih mahal karena dia hanya bisa membeli bahan di satu tempat.

"Biasanya kan kalau situasi lagi aman, kita bisa dapat harga bahan lebih murah karena bisa nyari ke beberapa tempat di pasar, kalau ini aku cuma ke satu toko, dan itu agak mahal dikit," ujarnya.

Walau demikian, melihat peluang besar dari usahanya ini, Dian memutuskan untuk terus mengembangkannya. Ia yakin, jika ditekuni makan akan memberikan hasil yang luar biasa.

"Baru mulai satu bulan tapi alhamdulillah udah repeat order, dan mau aku tekuni lagi," tuturnya.

Simak juga mengubah hobi jadi peluang bisnis dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi