HaiBunda

MOM'S LIFE

Jangan Sampai Terjadi Klaster Keluarga, Ini Cara Cegahnya

Alfi Kholisdinuka   |   HaiBunda

Kamis, 22 Oct 2020 18:40 WIB
Jangan Sampai Terjadi Klaster Keluarga, Ini Cara Cegahnya/Foto: Istock
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kementerian Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah menyusun keputusan bersama tentang Protokol Kesehatan Keluarga pada masa pandemi COVID-19.

Dalam protokol tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan ada 4 hal yang perlu diperhatikan oleh Bunda di rumah dalam menekan virus ini. Pertama, protokol kesehatan keluarga secara umum, seperti cara pemakaian masker dengan benar dan melindungi anggota keluarga yang rentan atau berisiko tinggi.

"Kedua, protokol kesehatan ketika ada anggota keluarga yang terpapar. Jika terjadi, pihak mana yang harus dihubungi untuk mendapatkan pertolongan segera, bagaimana proses karantina, atau isolasi mandirinya," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas Penanganan COVID-19, Kamis (22/10/2020).


Kemudian ketiga, kata dr Reisa, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah. "Nah ini penting. Cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah. Memastikan kita tidak membawa pulang virus masuk ke dalam rumah, dari pakaian ataupun barang-barang bawaan kita," lanjutnya.

Keempat, protokol kesehatan di lingkungan sekitar tempat tinggal, ketika ada warga yang terpapar. Bagaimana tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat, di lingkungan rumah juga penting. Dari mulai menjaga kebersihan lingkungan sampai dengan tidak memberikan stigma negatif kepada tetangga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Mereka (positif) justru yang harus dibantu," katanya.

Dr Reisa menegaskan penting untuk menekan penularan COVID-19 di lingkungan klaster keluarga. Karena potensi tinggi penularan klaster keluarga bisa datang dari orang terdekat yang menjadi carrier atau pembawa virus. Penularan dari orang terdekat ini bisa berakibat fatal bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta.

"Sebagian dari 1.299 klaster yang ditemukan Kementerian Kesehatan adalah klaster keluarga. Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan klaster keluarga ini memang sulit dihindari. Karena terkait dengan klaster-klaster lain, seperti klaster kantor, klaster pasar yang semuanya berpotensi bertemunya di keluarga," ungkapnya.

Pemerintah pun berkomitmen untuk mengawal implementasi protokol kesehatan keluarga dengan kolaborasi dan sinergi antar kementerian/lembaga terus dilakukan memastikan dukungan kesehatan sekaligus menguatkan ekonomi keluarga di masa pandemi.

"Sementara peran kita tetap disiplin protokol kesehatan di mana pun dan kapanpun. Mari putus rantai penularan COVID-19 di dalam keluarga. Mari kita bekerjasama, kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dan masyarakat," pesannya.

Untuk itu, jangan lupa juga selalu #ingatpesanbunda atau #ingatpesanibu, untuk #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun.

(prf/ziz)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pengantin Tagih Hadiah ke Tamu Meski Sudah Berikan Uang Rp33 Juta, Ternyata...

Mom's Life Azhar Hanifah

Ciri-ciri Orang dengan Pola Pikir Mendalam, Sering Ucapkan 11 Kalimat ini Menurut Psikolog

Mom's Life Azhar Hanifah

Bunda Perlu Tahu, Ini 5 Ciri-ciri Tikus Bersarang di Dalam Rumah

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Viral Olahan Ikan Sapu-sapu Jadi Siomay dan Abon, Ini Penjelasan Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Kapan Anak Mulai Bisa Mengingat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pengantin Tagih Hadiah ke Tamu Meski Sudah Berikan Uang Rp33 Juta, Ternyata...

Kapan Anak Mulai Bisa Mengingat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenali Pedoman Gizi Seimbang, Daftar Makanan & Pilar Utamanya

Viral Olahan Ikan Sapu-sapu Jadi Siomay dan Abon, Ini Penjelasan Pakar

Bunda Perlu Tahu, Ini 5 Ciri-ciri Tikus Bersarang di Dalam Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK