sign up SIGN UP search


moms-life

5 Media Tanam Hidroponik, Termasuk Pakai Sekam

Yuni Ayu Amida Sabtu, 21 Nov 2020 16:56 WIB
background of coconut spathe fiber, texture from nature caption
Jakarta -

Media tanam (metan) merupakan salah satu bagian penting dalam sistem hidroponik, Bunda. Media tanam hidroponik menjadi salah satu penentu keberhasilan panen.

Nah, jika Bunda ingin coba bercocok tanam secara hidroponik, tentu Bunda harus tahu apa saja media tanam yang bisa digunakan.

Berikut ini media tanam hidroponik yang perlu Bunda tahu, dikutip dari buku Hidroponik: Bertanam Sayuran Tanpa Tanah.


1. Rockwool

Rockwool adalah metan anorganik yang bentuknya seperti busa, memiliki serabut-serabut halus, dan bobotnya sangat ringan. Media tanam ini terbentuk dari batuan basil yang dipanaskan dengan suhu sangat tinggi.

Rockwool merupakan metan hidroponik yang paling banyak digunakan untuk menyemai benih. Lantaran mudah didapat dan digunakan, mengurangi risiko akar putus, serta harganya murah. Biasanya rockwool dipakai sebagai media semai benih tanaman sayuran daun seperti bayam, kangkung, sawi, pakcoy, dan selada.

Hanya saja, untuk Bunda yang punya kulit sensitif, sebaiknya hati-hati saat bersentuhan dengan rockwool. Itu sebabnya Bunda disarankan mengenakan masker dan sarung tangan saat bertanam dengan rockwool.

2. Sekam bakar

Sekam bakar adalah metan organik, jadi ramah lingkungan. Sekam bakar memiliki daya ikat air dan aerasi yang baik. Sekam bakar dibuat dari kulit padi yang dibakar hingga hitam, namun tak sampai jadi abu.

Sekam bakar biasanya dipakai sebagai media semai tanaman sayuran buah seperti cabai, tomat, atau terong. Setelah besar, bibit dipindahkan ke sistem hidroponik dengan media tanam seperti hidroton untuk menopang batang tanaman.

Media tanam ini juga bisa digunakan sejak penyemaian hingga panen untuk tanaman sayuran daun dengan sistem hidroponik manual.

3. Cocopeat

Cocopeat adalah metan organik yang terbuat dari sabut kelapa yang dihaluskan. Cocopeat punya daya serap yang tinggi, sehingga dapat menyimpan air dan menjaga kelembapan dengan baik. Fungsi cocopeat sama dengan sekam bakar.

Yang perlu Bunda ingat, ketika membeli cocopeat, sebaiknya cari yang sudah steril. Karena cocopeat mengandung tanin yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Jika cocopeat yang Bunda beli belum steril atau belum dihilangkan taninnya, Bunda dapat menghilangkannya dengan cara mencuci cocopeat hingga bersih. Ciri dikatakan bersih adalah air bekas cuci cocopeat sudah bening dan tidak berwarna cokelat.

4. Hidroton

Hidroton merupakan metan hidroponik yang terbuat dari bahan dasar tanam lempung yang dipanaskan, lalu dibentuk jadi bulat. Hidroton impor bagian dalamnya berisi bahan seperti arang, jadi lebih ringan. Sementara hidroton lokal biasanya seluruhnya berbahan lempung.

Berbeda dengan rockwool, cocopeat, dan sekam bakar, hidroton tidak digunakan pada tahap semai. Sebaliknya, digunakan sebagai media penyangga tanaman sayur buah, seperti cabai, tomat, terong.

Hidroton bisa digunakan berulang kali sampai kondisinya tidak bisa digunakan lagi. Setelah digunakan hidroton bisa disterilkan dengan direbus lalu didinginkan sebelum digunakan.

5. Perlit

Perlit adalah metan yang terbuat dari batuan silika yang dipanaskan pada suhu tinggi. Pada sistem hidroponik, fungsi perlit sama dengan hidroton.

Nah, ini fungsinya sebagai penyangga tanaman sayuran buah hidroponik. Tentunya perlit bisa menjadi pilihan media tanam hidroponik di rumah Bunda.

Dari sekian banyak media tanam hidroponik, Bunda ingin menerapkan yang mana nih?

Chow Yun Fat dan istriFoto: HaiBunda

Simak juga manfaat luar biasa berkebun bareng anak dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi