sign up SIGN UP search


moms-life

Kisah Miliarder Blora, dari Pemulung Jadi Bos Interior Mobil Langganan Artis

Mutiara Putri Kamis, 10 Jun 2021 20:15 WIB
HARDY NEKAT KE JAKARTA DENGAN UANG RP60 RIBU
Hardy Classic caption

Tingkahnya yang bandel yang meresahkan warga sekitar ternyata membuat Hardy dan teman-temannya dicap sebagai sampah masyarakat, Bunda. Karena itu, Hardy dan teman-teman memutuskan untuk pergi ke Jakarta di tahun 2007 dengan modal uang Rp60 ribu.

"Saya menjadi salah satu sampah masyarakat di lingkungan rumah orang tua saya. Akhirnya saya ada tiga orang ini ayuk yuk kita ke Jakarta. Saya enggak punya duit. Saya punya duit Rp60 ribu, itu pun saya minta orang tua," kisah Hardy.

"Akhirnya 2007 itu saya ada jurusan Jakarta yang naik truk. Saya cuma bawa celana satu, jaket satu, tas satu. Truk yang buat pemulung," sambungnya.


Sesampainya di Jakarta, Hardy diturunkan di daerah Menceng yang ternyata tempat pembuangan sampah, Bunda. Hardy dan teman-teman pun bertahan hidup dengan mencari beling dan botol plastik.

"Saya gelandangan di Menceng itu, kemudian seminggu dan akhirnya saya mencari apa namanya, pakai gerobak gitu. Kita pakai gerobak gitu setiap hari mencari beling," ungkapnya.

Setelah menjadi pemulung selama kurang lebih dua minggu, Hardy akhirnya bekerja di sebuah proyek selama kurang lebih setahun, Bunda. Gaji yang ia dapatkan saat itu hanya sebesar Rp20 ribu per hari.

"Akhirnya saya berani bertanya ke semua orang (tentang pekerjaan), dapatlah di proyek malah. Di proyek itu hampir setahun," tuturnya.

"Cuma bayaran saya waktu itu Rp15 ribu atau Rp20 ribu, lah," sambungnya.

Setelah berhenti dari proyek, Hardy ditawari untuk bekerja di sebuah jasa pembuatan jok, Bunda. Di sinilah bagaimana kariernya dimulai.

Klik baca halaman berikutnya ya, Bunda.

HARDY BEKERJA DI JASA PEMBUATAN JOK MOBIL
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi